kaltengtoday.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur mengatakan sesuai tuvoksinya tidak henti-hentinya memberikan sosialisasi dan penyuluhan dan himbauan kepada masyarakat, terutama sekali bagi ibu yang hamil dan melahirkan terkait asupan gizi untuk cegah stunting.
Masalah tingginya angka stunting di dari sekian banyak faktornya yakni masalah asupan gizi yang tidak seimbang yang diberikan pada anak. Apabila asupan gizi ini tidak seimbang, nanti akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak pada 1.000 hari kehidupannya, kata dr Faisal Novendra Cahyanto, Kepala Dinas Kesehatan Kotim.
“Masalah stunting ini tidak lepas dari pola asuh orang tua kepada anaknya. Dan juga terkait makanan ataupun minuman apa yang diberikan kepada anaknya tersebut.”jelasnya, belum lama ini.
Stunting ini masalahnya terletak pada berat badan dan tinggi. Misalnya saja ada yang berat badannya melebihi atau obesitas dan ada juga kekurangan berat badannya yang memang seusianya. Tentu hal ini memang harus menjadi perhatian orang tua agar asupan gizi pada bayi ataupun baliltanya bisa maksimal dan seimbang diberikan, tambahnya.
Ditegaskan dr. Faisal, ada beberapa wilayah di Kotim ini yang menjadi fokus dari Dinkes terkait stunting , yakni Desa Desa Ujung Pandaran, Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit. Desa Bukit Harapan Kecamatan Parenggean, Desa Rantau Suang Kecamatan Telaga Antang, Desa Handil Sohor Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Desa Babaung Kecamatan Pulau Hanaut, Desa Bawan Kecamatan Mentaya Hulu dan Tumbang Tawan, Tumbang Saluang, Desa Tumbang Kaminting Kecamatan Bukit Santuai,beber dr Faisal.
Ditambahkannya, meski data itu dimiliki dinasnya bukan berarti penanganan stunting ini menjadi voksi dinasnya. “Dinkes hanya 30 persen saja dan ada instansi lainnya yang juga terlibat dalam mengurangi angka stunting tersebut. Jadi, hal ini memang diharapkan dapat menjadi semangat bagi Kotim sendiri agar masalah stunting bisa berkurang dari tahun ke tahun, itu harapan dan juga komitmen kami bersama,”katanya.
Dirinya juga berpesan kepada orang tua yang memiliki anak atau balita agar memperhatikan tumbuh kembang anak. “Jika memang ada masalah terkait tumbuh kembang anak, segera memeriksakannya ke fasilitas terdekat atau puskesmas jika itu di kecamatan. Jangan sampai orang tua lalai dan tidak aktif dalam menjaga tumbuh kembang diri pada anaknya,”pinta dr Faisal.
NOOR/KT














Discussion about this post