kaltengtoday.com – Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul meminta agar masyarakat tidak melakukan pengasapan (fogging) untuk memberantas penyakit demam berdarah Dengue (BDB).
“Kita tidak lagi merekomendasikan fogging karena akan membuat predator pemakan nyamuk itu ikut mati seperti laba-laba dan juga membuat nyamuk kebal dan merusak lingkungan,”ujarnya di Palangka Raya, Selasa (15/1/2020).
Hal ini karena fogging itu hanya efektif 24 jam, tapi nanti setelah 24 jam nyamuknya balik lagi, Kedua, hal itu akan menimbulkan resistensi pada nyamuk, karena suatu saat nyamuk itu tidak akan mati dengan fogging dan kebal.
“Ketiga ini paling berbahaya karena predator atau pemangsa alami dari nyamuk ikut mati.” Ujarnya.
Untuk mengurangi penyebaran DBD itu sendiri, ia menyarankan untuk selalu membersihkan lingkungan, karena nyamuk berkembang biak karena lingkungan yang tidak bersih, dan pemerintah juga menganjurkan 3M plus yaitu menutup, mengubur dan mendaur ulang,ujarnya.
Dibagian lain Suyti juga menjelaskan, menekankan bahwa setiap 5 tahun itu ada kenaikan yang tinggi terhadap penderita demam berdarah.
“Memang kita lebih hati-hati ya kita udah siapkan karena kemungkinan tahun ini adalah siklus lima tahunan untuk demam berdarah, siklus lima tahunan itu biasanya lebih tinggi dari biasanya ya kita antisipasi” pungkasnya.
Kony-KT














Discussion about this post