Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng lakukan terobosan baru dengan membuat alat perangkap nyamuk Aedes Aegypti
Kaltengtoday.com – Saat ini Kalteng sudah memasuki musim penghujan. Kondisi ini diperparah lagi dengan adanya 14 kabupaten/kota yang merupakan endemik demam berdarah (DBD).
Untuk mengantisipasi hal itu Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng lakukan terobosan baru dengan membuat alat perangkap nyamuk Aedes Aegypti.
Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan hal tersebut kepada wartawan, Rabu ,23 Oktober 2019di Palangka Raya.
Dikatakannya, pihaknya tidak lagi merekomendasikan foging karena akan membuat predator pe.akan nyamuk itu ikut mati seperti laba-laba juga membuat nyamuk kebal dan merusak lingkungan.
” Namun saat ini kita sudah lakukan pencegahan dengan membuat alat perangkap nyamuk dari botol bekas air mineral.” Ujarnya.
Caranya sangat sederhana, botol air mineral di modifikasi sedemikian rupa supaya nyamuk bisa bertelur dan berkembang jadi larva. Namun dalam masalah ini larva tidak bisa keluar itu karena ditutup.
“Ini sedang kita ujicoba. Semoga dengan cara ini bisa menurunkan angka demam berdarah.” Tegasnya.
Upaya lain yang dilakukan pihaknya, lanjut Suyuti yakni meminta tenaga medis untuk lebih cepat bertindak dan jangan terlambat mengambil langkah karena taruhannya nyawa.
Ia meminta tim medis dilapangan seperti puskesmas ketika melihat anak panas sudah 2 hari segera lakukan pemeriksaan darah.
“Kita tidak bisa lagi sekarang menduga-duga segera lakukan pemeriksaan laboratorium.”tegasnya.
Diakuinya memang beberapa puskesmas belum ada laboratorium dan Dinas Kesehatan Kalteng mendorong pengadaan alat kesehatan dan mendorong supaya makin banyak tenaga laboratorium di puskesmas,jelasnya.
Dhan / Kaltengtoday.com














Discussion about this post