Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran memberikan peringatan keras terhadap Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang tidak kooperatif.
Ia juga menyayangkan masih adanya pihak PBS yang abai terhadap kondisi jalan, padahal mereka turut menyebabkan kerusakan akibat aktivitas kendaraan berat.
“PBS yang menggunakan jalan ini juga harus bertanggung jawab. Jangan hanya memanfaatkan, tapi tidak mau ikut memperbaiki,” katanya, Jumat (16/5/2025).
Ia mengungkapkan, kondisi jalan rusak di Kalteng, khususnya ruas Palangka Raya – Bukit Liti – Bawan – Kuala Kurun, hingga saat ini pemerintah daerah berada dalam posisi yang tidak mudah.
Baca Juga : Legislator Tagih Janji Rehab DAS, Reklamasi, hingga Reboisasi oleh PBS di Kalteng
Sebab, menurutnya, pemerintahan kerap menjadi sasaran kritik, baik dari masyarakat maupun pemerintah pusat.
“Kami jadi bulan-bulanan, gubernur pertama, bupati kedua. Kalau di nasional, saya juga ditegur. Tidak ada kepentingan pribadi di situ. Kami diamanahkan untuk mengurus masyarakat semua,” ungkapnya.
Maka dari itu, ia menginstruksikan kepada seluruh jajarannya agar menutup sementara akses mobilisasi perusahaan di kawasan tersebut jika terbukti masih tidak kooperatif atau tidak memberikan kontribusi terhadap perbaikan jalan.
Lebih lanjut, Agustiar juga meminta agar seluruh PBS yang beroperasi di Kabupaten Gunung Mas diaudit secara menyeluruh terkait program Corporate Social Responsibility (CSR), guna memastikan kewajiban sosial OBS terhadap masyarakat dilaksanakan sesuai aturan dan transparan.
“Tim audit melibatkan pihak luar,” ucapnya.
Baca Juga : Bambang Irawan : Kalau ada PBS yang tidak memenuhi hak masyarakat maupun karyawannya, lapor ke kita
Pemprov Kalteng mengambil langkah konkret dalam mengatasi kerusakan jalan di ruas Palangka Raya–Kuala Kurun. Dan, langkah jangka pendek, kendaraan yang melintasi jalur tersebut kini dibatasi hanya untuk kendaraan dengan berat maksimal 10 ton, meskipun sebenarnya standar idealnya adalah 8 ton.
Dan, untuk solusi jangka panjang, telah dipersiapkan pembangunan jalan khusus perusahaan dari Simpang Tengkong menuju Mengkutup, yang akan menjadi koridor tersendiri bagi kendaraan angkutan berat milik PBS. [Red]














Discussion about this post