Kalteng Today – Pulang Pisau, – Sebanyak 17 Kampung KB yang tersebar di 8 Kecamatan di Kabupaten Pulang Pisau hingga saat ini keberadaannya belum optimal, dimana dalam hal pelaporan kegiatan masih nihil. Hal tersebut diketahui setelah dilakukan evaluasi Kampung KB tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
Demikian disampaikan Kepala DP3AP2KB Kabupaten Pulang Pisau dr Bawa Budi Raharja melalui Sekretaris DP3AP2KB Pulpis Ma’ruf Kurkhi pada saat melaksanakan pertemuan ketahanan keluarga berbasis Poktan di Kampung KB Desa Maliku Mulya Desa Maliku Mulya Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau.
” Berdasarkan evaluasi dari Provinsi Kalimantan Tengah,dari 17 Kampung KB yang tersebar di 8 Kecamatan di Kabupaten Pulang Pisau itu 3 tidak melaporkan kegiatannya. Padahal keberadaannya, seharusnya sudah bisa menjadi percontohan. Nunun ternyata malah tidak jalan kegiatan dan pelaporannya sehingga tidak memiliki data kegiatannya, ” kata Ma’ruf, Senin (26/10).
Ma’ruf menjelaskan, data pelaporan kegiatan yang di maksud, misalnya data Bina Keluarga Balita atau BKB, Bina Keluarga Lansia atau BKL itu tidak ada kegiatan sama sekali. Sehingga kata Ma’ruf, pihaknya mencarikan solusinya karena mereka sama sekali belum mengerti dan memahami tata cara pelaporan.
” Solusinya, DP3AP2KB Pulang Pisau menggelar kegiatan mulai dari teori, simulasi dan prakteknya, ” ungkapnya
Baca Juga:Â Program PSR Sangat Bagus Untuk Peningkatan Ekonomi
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Ma’ruf berharap pada triwulan 1 tahun 2021 semua data-data yang berhubungan dengan kegiatan Kampung KB dapat terisi semuanya sehingga beberapa Kampung KB ini bisa menjadi percontohan dari 95 desa dan 4 kelurahan.
” Kami menginginkan, BKB di Kabupaten Pulang Pisau ini nantinya bisa bersinergi dengan Posyandu. Kemudian BKL bisa bersinergi dengan petugas kesehatan lansia, ” pungkasnya. [BS-KT]














Discussion about this post