kaltengtoday.com – Kapuas. Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi (Perdagprinkop) Industri Kecil Menengah (IKM) akan melakukan tiga opsi dalam mengantisipasi bencana nasional endemik Covid 19, yakni pasar murah, kesimbangan dan operasi pasar.
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perdagprinkop IKM Batu Panahan.
Menurut dia, dalam upaya mengantisipasi bencana nasional Covid -19 terhadap lonjakan harga dan kelangkaan bahan pokok pangan maka harus dilakukan pasar murah, kesimbangan dan operasi pasar.
“Kami akan melakukan upaya antisipasi kelangkaan terhadap terhadap bahan pokok pangan dipasar akibat dampak bencana endemik covid 19 di Kabupaten Kapuas,”ucap Kadis Perdagprinkop IKM Kabupaten Kapuas Batu Panahan di Kantornya, Rabu (1/4/2020).
Mantan Camat Timpah itu,menyampaikan kegiatan pasar murah biasanya dilaksanakan setiap hari besar keagamaan diperuntukan bagi masyarakat menengah ke bawah.
Sedangkan pasar penyeimbang apa bila ada terjadi lonjakan harga,maka pasar ini akan masuk dengan harga lebih murah dari harga pasaran.
“Kalau memang dipasaran terjadi kelangkaan maka dilakukan operasi pasar melibatkan pihak keamanan serta tim baik lintas sektoral agar tidak ada penimbunan barang dan permainan harga oleh pedagang,” ungkapnya.
Ia mengakui,kenaikan harga gula pasir dari Rp 12,000,- menjadi Rp 22000,-. Sebab untuk memenuhi kuota dalam negeri akibat gula lokal tidak mampu untuk memenuhi permintaan pasar maka kebijakan pemerintah pusat untuk mengimpor gula 30 persen.
“Sama hal nya dengan bawang putih bahkan lebih tinggi sampai 62 persen untuk kebijakan pemerintah pusat untuk mengimpor dari luar Karena penggunaan bawang putih lebih pada kebutuhan obat obatan sehingga mahal,”terangnya. [Djim-KT]














Discussion about this post