Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Dinas Ketahanan Pangan Kalteng mengadakan Rapat Koordinasi Pengawasan Keamanan dan Mutu Pangan, bertempat di kantor Dinas Ketahanan Pangan Kalteng Jl. Willem AS No. 09 Palangka Raya, Kamis (12/12/2024).
Rakor tersebut dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko, perwakilan Polda Kalteng, Tim Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Kalteng, BBPOM, Dinas Kesehatan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalteng, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, serta Tim Internal Control System (ICS) Unit Pelaksana Teknis Daerah Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya.
Baca Juga :Â Bhabinkamtibmas Polsek Bukit Batu Dukung Upaya Ketahanan Pangan
Pada kesempatan ini, Staf Ahli Gubernur Kalteng Yuas Elko menyampaikan pentingnya pertemuan rapat koordinasi pengawasan keamanan dan mutu pangan segar terkait hasil temuan kandungan formalin pada ikan teri medan/teri nasi/teri toge dan cumi kering sudah tersebar.
“Terkait hal ini, segera lakukan pembinaan dan pengawasan pada pelaku usaha sampai distributor. Diharapkan peran pemerintah bersama antar lintas sektor untuk mengatasi hal tersebut, karena sudah meresahkan masyarakat akibat dampak dari formalin yang berbahaya bagi kesehatan manusia,” ungkapnya.
Disampaikan pula, pemerintah dan berbagai pihak lintas sektor yang terkait agar berkolaborasi untuk melakukan pengawasan dan pembinaan, segera menindaklanjuti untuk mengetahui asal usul distribusi ikan teri nasi/teri toge dan cumi kering yang tercemar formalin. Tidak hanya pada pangan saja namun juga perlu dilakukan pengawasan pada makanan dan minuman.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Prov. Kalteng A. Elpiansyah menyampaikan bahwa kegiatan rapat koordinasi ini bertujuan untuk melaksanakan peningkatan pengawasan keamanan pangan dan mutu keamanan pangan sesuai dengan tugas fungsi instansi terkait, seperti pembinaan sampai penindakan kepada pelaku usaha maupun distributor yang sudah mengedarkan ikan teri medan/teri nasi/teri toge dan cumi kering yang tercemar formalin.
Baca Juga :Â Tingkatkan Ketahanan Pangan dan Produksi Besar, Pemprov Kalteng Prioritaskan Program Cetak Sawah
Menurutnya, pengujian pada sampel ikan teri medan/teri nasi/teri toge dan cumi kering sudah dilaksanakan empat kali, ternyata hasilnya positif tercemar formalin.
“Pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha pangan sama-sama bertanggung jawab menjamin pangan yang sudah beredar di pasar. Diharapkan, kita bisa bekerja sama dan berkoordinasi antar lintas sektor menjaga keamanan pangan dan mutu pangan,” tukasnya. [Red]














Discussion about this post