Kalteng Today – Sampit, – DJ (31) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tak biasa, yakni gantung diri dengan seutas tali.
Sontak kejadian tersebut membuat heboh warga Jalan PT . Sarpatim, Desa Tangar, Kecamatan Mentaya Hulu, Kotim pada Selasa (27/4) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kapolsek Mentaya Hulu Ipda Suwardi membenarkan kejadian tersebut.
“Korban merupakan warga Banyuwangi berdasarkan KTP. Untuk sementara faktor gantung diri masih kita selidiki berdasarkan informasi saksi-saksi nantinya,”jelasnya, Rabu (28/4).
Kronologis Kejadian tersebut berawal pada saat RW ( ibu korban ) sekitar pukul 15.00 WIB ke kamar ingin membangunkan korban yang berada di dalam kamar dengan cara mengetuk pintu.
“Saat diketuk pintu berkali-kali, namun tidak ada jawaban dari korban. Setelah tidak ada jawaban, ibi korban ini kemudian memasak untuk persiapan buka puasa,”tambahnya.
Selanjutnya, pada pukul 16.00 WIB ibu korban mencoba membangunkan korban kembali dengan mengetuk pintu kamar korban namun tidak ada jawaban juga.
Selanjutnya ibu korban memanjat kamar korban dan melihat keberadaan korban. Pada saat itu ibu korban melihat dari lubang angin bahwa korban sudah dalam keadaan gantung diri.
Kemudian, RW meminta tolong kepada saksi untuk mendobrak pintu kamarnya karena kamar tersebut dalam keadaan terkunci dari dalam pada saat pintu kamar sudah terbuka.
Sang ibu dengan saksi melihat korban sudah meninggal dunia dalam keadaan tergantung dengan menggunakan seutas tali warna biru.
Kemudian saksi dibantu dengan warga yang lain menurunkan korban dan melepaskan talinya. “Selanjutnya korban dimandikan dan langsung dimakamkan,”ucapnya.
Baca Juga :
Astaga! Pria di Pulang Pisau Akhiri Hidupnya Dengan Gantung Diri
Diduga Gantung Diri, Tukang Parkir Ditemukan Tewas di Gedung Puskesmas Flamboyan Bawah Palangka Raya
Barang Bukti yang berhasil diamankan yakni Seutas tali nilon warna Biru, Celana pendek warna merah garis biru celana dalam warna ungu merk kasogi yang terdapat bercak cairan .
Dalam peristiwa itu pihak keluarga korban tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian . Pihak keluarga korban tidak bersedia dilakukan proses Otopsi dan sanggup membuat surat pernyataan,Pungkasnya. [Red]
| DISCLAIMER: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa. Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri. Misalnya Tim Pijar Psikologi melalui https://pijarpsikologi.org/konsulgratis |














Discussion about this post