Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Ribuan umat Hindu dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah (Kalteng) memadati kegiatan Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Integrasi Kaharingan-Hindu, Rabu (29/4/2025).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Wantilan Pura Pitamaha, Palangka Raya ini turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi daerah, di antaranya Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Ketua DPRD, Kapolda, serta Pangdam XII/Tambun Bungai.
Ketua Panitia, Tiwi Etika, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
Baca Juga : Dewan Dukung Kegiatan Belajar Balian Pemuda Pemudi Hindu Kaharingan
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Gubernur, Ketua DPRD, Kapolda, dan Pangdam, serta swadaya umat dan lembaga keagamaan yang tergabung,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa perayaan Dharma Santi memiliki peran penting dalam mempererat hubungan antar umat beragama di Kalteng.
“ Kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat persaudaraan dan kerukunan antar umat beragama,” katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, I Nengah Duija, turut mengapresiasi sinergi yang dibangun umat Hindu Kaharingan di daerah tersebut.
“ Ini adalah contoh baik bagaimana umat Hindu dapat bersinergi dan memperkuat kerukunan,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat, Wisnu Bawa Tenaya, menilai momentum Dharma Santi sebagai ajang simakrama atau pertemuan antar umat yang memperkuat persatuan.
“ Kita harus terus memperkuat tali silaturahmi dan kerukunan antar umat,” tuturnya.
Baca Juga : Festival Tandak Intan Kaharingan Upaya Memperkuat Keimanan dan Melestarikan Budaya
Kegiatan ini juga dihadiri oleh unsur Kejaksaan Tinggi, Pengadilan Tinggi, lembaga keagamaan Hindu se-Kalteng, organisasi masyarakat Dayak, paguyuban, forum kebangsaan, hingga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Perayaan Dharma Santi Nyepi dan HUT Integrasi Kaharingan-Hindu ini menjadi simbol kuatnya nilai toleransi, persatuan, serta semangat kebersamaan dalam kehidupan beragama di Kalteng. [Red]














Discussion about this post