Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Perkembangan jaman juga membawa pengaruh ke daftar literatur penganan atau kuliner. Beberapa gerai, baik yang sudah menganut pola franchise, maupun yang mandiri dengan sistem kaki lima, sekarang terasa hampir memenuhi setiap sudut di Kabupaten Barito Timur.
Tak hanya di Tamiang Layang, sebagai ibukota Kabupaten Barito Timur, atau Ampah, Kecamatan Dusun Tengah,yang merupakan zona bisnis/perekonomian, bahkan di wilayah pedesaan pun, tak luput dari kehadiran kudapan modern.
Baca Juga :Â Ramadhan Ternyata Juga Picu Kreativitas Kaum Ibu di Bartim Dalam Olah Kuliner
“Mau cari es boba dengan berbagai varian, atau roti ala-ala hotel berbintang namun harga “berbanting”, ada di sini. Sayang, memang konsumennya masih terbatas, hanya dari kalangan muda saja. Tapi itu bukti, kalau dalam kuliner, kita harus juga menjawab tuntutan kemajuan jaman,” tutur Andri, warga Kelurahan Taniran, Kecamatan Banua Lima,tadi (Senin, 12/5/2025)
Meski demikian, jajanan pasar tradisional masih merupakan menu favorit yang belum tergeser. Kue seperti “untuk-untuk” berisi kelapa, bubur kakicak, cenil, dan lain-lain masih gampang ditemui dengan harga yang tetap bertahan.
Baca Juga :Â BPPRD Optimalkan Pengawasan dan Pendataan Usaha Kuliner
“Malah sekarang ada juga yang menggabungkan resep tradisional dengan kekinian, misal singkong yang ditumbuk, digoreng dan disiram mayonaise atau berbumbu balado. Ini seperti jadi jalan tengah antara konvensional dengan modern,” komentar Yeni, warga Tamiang Layang.
Hal serupa juga pernah dilakukan Syarwani, peracik kreatif kuliner asal Tamiang Layang yang pernah juga mendirikan gerai tahu goreng kekinian. Sayangnya, karena diterima bekerja di sebuah instansi, sebagai honorer, ia tak sempat lagi mengembangkan usahanya itu.  [Red]














Discussion about this post