Meski begitu, Edi meminta masyarakat menahan diri dan tidak terpancing emosi. Menurut dia, penyelesaian persoalan distribusi BBM tidak dapat ditempuh melalui kekerasan.
“Kekerasan dan adu mulut bukan solusi. Saya mengimbau masyarakat tetap tenang, mengedepankan musyawarah, dan menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya.
Ia juga meminta aparat keamanan meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan konflik, terutama di area SPBU dan jalur antrean kendaraan. Pengelola SPBU, kata dia, perlu memperketat pengawasan distribusi dan menambah petugas lapangan agar antrean lebih tertib.
Selain itu, Edi menyoroti dugaan praktik pelangsiran BBM subsidi yang disebut menjadi salah satu akar persoalan.
Baca Juga : SPBU di Wilayah Rungan Berkobar, Satu Orang Luka Ringan
“Pemerintah daerah dan Pertamina perlu mengevaluasi sistem distribusi agar lebih adil, transparan, dan tidak memberi ruang terhadap praktik yang merugikan masyarakat umum,” katanya.
Hingga Rabu malam, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penanganan keributan tersebut maupun dugaan praktik pelangsiran BBM subsidi yang disebut menjadi pemicunya. [Red]














Discussion about this post