Katengtoday.com, Tamiang Layang – Beberapa kali festival band di Tamiang Layang digelar, baik di event umum maupun yang khusus mengangkat kearifan lokal seperti Festival Jari Janang Kalalawah (Jajaka) Barito Timur, jumlah band yang mendaftar bisa dibilang dalam hitungan jari. Berbeda dengan tahun 2015 ke bawah, di mana panitia nyaris kewalahan mengurus animo peserta yang membludak.
Beberapa musisi lokal menilai, fenomena ini berkaitan dengan maraknya kebebasan mengakses internet, serta media yang telah begitu banyak menampung serta menyalurkan ekspresi mereka. Sehingga panggung-panggung konvensional yang dirasa ‘ribet’, perlu persiapan panjang, menjadi kurang diminati. Lewat facebook atau Tiktok, misalnya, seseorang bisa berkarya dengan instan dan memperoleh respon secara langsung.
Baca Juga : Tahun Ini, Masyarakat Terasa Lebih Antusias Dengan Festival Budaya Jajaka 2025
“Entahlah. Bisa jadi begitu. Mungkin sejak orang asyik main smartphone, di mana mereka bisa mengakses internet dan berekspresi lewat medsos, jadi ada pergeseran minat atau gairah, sekaligus tren, di kalangan anak-anak muda sekarang ini,” ungkap Joni Setiawan SPd, seorang pemain band cukup senior di Tamiang Layang, saat ngobrol tadi (Jumat, 28/11/2025).
Pegawai negeri sipil (PNS) yang memiliki usaha sampingan studio band ini bahkan mengaku, sudah beberapa tahun belakang, jarang sekali ada anak-anak muda yang latihan. Padahal, tarif studionya sangat murah. Yaitu Rp50.000 per jam. Itu pun, sudah memakai AC di dalam ruangan.
Tapi Joni tak mengeluh sendiri. Amin, yang (pernah) mengelola studio musik di Ampah, Kecamatan Dusun Tengah pun mengatakan hal serupa. “Kalau dalam pandangan saya, teman-teman generasi sekarang ini mungkin berfikir, untuk ikut festival, sudah persiapannya rumit, belum mentalitas di atas panggung, biaya operasionalnya dan lain-lain. Dengan merekam video di medsos, mereka bisa meng-upload karya sebebas mungkin, dan berfikir jangkauannya luas juga. Mana tanpa biaya lagi,” sambung anak muda yang kini juga aktif di sebuah parpol itu.
Baca Juga : Kecamatan Awang Kembali Juarai Festival Jajaka 2024
Pergantian jaman, menurut mereka maupun para pelaku seni musik lokalan lainnya, yang membawa pergantian tren, menjadi sesuatu yang tak bisa dipungkiri. Pertunjukan seni bisa dikemas secara mini dalam layar ponsel android. Dari yang berkualitas sampai yang asal jadi, semua ditawarkan di sini.
Efeknya tentu panggung-panggung lokalan bakal sepi. Kecuali, penyelenggara mengundang artis atau entertainer yang punya nama atau sekelas selebriti, datang ke sini. Barulah, jumlah penonton maupun yang main, bisa bertambah sendiri.. [Red]














Discussion about this post