Kaltengtoday.com, Lifestyle – Penyakit berbahaya yang ditakuti umat manusia, yaitu Diabetes Melitus (DM) kini mulai jadi momok di kalangan anak-anak. Seperti yang dikutip dari laman CNN, tercatat di sepanjang tahun 2022, ada 184 anak di Surabaya, Jawa Timur, yang dinyatakan kena DM.
Jumlah itu, dari catatan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, bertambah empat anak lagi di tahun 2023. Data ini menunjukkan kenaikan, jika dibanding tahun 2021 sudah ada 176 anak yang terjangkit penyakit membahayakan ini.
Baca Juga :Â Dinkes Palangka Raya Gelar Kegiatan Penemuan Dini Faktor Risiko Diabetes Mellitus
Fenomena ini menyentak perhatian kita, lantaran DM selama ini identik diidap mereka yang sudah dewasa. Tak pelak, para pemangku stakeholder pun menyerukan kehati-hatian pada pola hidup.
Makanan junk food alias cepat saji, dinilai jadi salah satu faktor utama penyebab kasus DM pada anak. Terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.
Sementara dari beberapa laman artikel kesehatan, dapat disimpulkan bahwa kasus diabetes pada anak di Indonesia,sudah mengalami kenaikan drastis, sampai 70 x lipat.
Baca Juga :Â HKN ke-58 Tahun dan Hari Diabetes Sedunia Dengan Senam Massal
Adapun dari kasus yang ada, bisa dikategorikan ada beberapa tipe. Pertama adalah Tipe 1 (autoimun) di mana ini paling sering terjadi. Tipe 2 (gaya hidup/obesitas) yang juga terdeteksi naik trennya.
Sedangkan gejala utama pada mereka yang terkena ini adalah sering haus, sering buang air kecil bahkan mengompol dan berat badan cenderung menurun serta sering kelelahan. Maka dari itu, ayo, jaga pola serta menu makan anak-anak kita.
Bagaimana mencegah terjadinya diabetes pada remaja?














Discussion about this post