Keterbukaan informasi bukan berarti penyidik harus membuka seluruh isi berkas perkara kepada masyarakat, tidak pula berarti aparat harus mengungkap seluruh strategi penyelidikan yang sedang dijalankan.
Yang dibutuhkan publik sesungguhnya jauh lebih sederhana. Informasi mengenai status penanganan perkara, Apakah penyelidikan masih berlangsung,Apakah terdapat perkembangan baru, Atau apakah perkara telah dihentikan berdasarkan hasil penyelidikan.
Informasi seperti itu justru dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. Karena masyarakat mengetahui bahwa setiap laporan memperoleh kepastian proses.
Refleksi Hari Bhayangkara
Hari Bhayangkara selalu menjadi momentum bagi Polri untuk menyampaikan capaian kepada masyarakat.
√ Pengungkapan perkara.
√ Pelayanan publik.
√ Transformasi kelembagaan.
√ Modernisasi organisasi.
Semuanya merupakan bagian penting dari perjalanan panjang institusi kepolisian. Namun di balik seluruh capaian tersebut, terdapat satu hal yang tidak kalah penting.
Kepercayaan publik, kepercayaan tidak lahir semata-mata karena banyaknya perkara yang berhasil diungkap. Kepercayaan tumbuh ketika masyarakat melihat bahwa setiap laporan diproses secara profesional.
Bahwa setiap penyelidikan memiliki arah yang jelas, dan bahwa setiap perkara memperoleh kepastian, apa pun hasil akhirnya. Karena bagi masyarakat, keadilan tidak hanya diukur dari siapa yang dipidana.
Baca Juga :Â Bayi dalam Kardus di Depan Gereja Sangkakala di Evakuasi, Polisi Lanjutkan Penyidikan untuk Cari Titik Terang
Keadilan juga diukur dari bagaimana negara memperlakukan setiap laporan yang disampaikan warganya.
Tiga perkara yang ditelusuri dalam laporan khusus ini memang memiliki objek yang berbeda. Satu berkaitan dengan dugaan gratifikasi, satu mengenai dugaan tindak pidana di bidang perkebunan, dan satu lagi menyangkut dugaan tindak pidana korupsi dalam revisi izin usaha perkebunan.
Namun ketiganya bermuara pada satu pertanyaan yang sama bagaimana menjaga kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum? Pertanyaan itulah yang menjadi penutup refleksi dalam laporan khusus Hari Bhayangkara ke-80. [Red]
Bersambung Ke : Delapan Dekade Bhayangkara : Ketika Kepercayaan Menjadi Taruhan.














Discussion about this post