Kalteng Today – Palangka Raya, – DPRD Kalteng Kuwu Senilawati menyampaikan keprihatinannya terkait dengan cukup banyaknya perempuan dan anak – anak yang terpapar Covid – 19.
“Kenapa perempuan lebih rentan, ya karena perempuan inikan bergerak disemua bidang. Semua tinggal dirumah, tapi ibu atau perempuan ini pasti keluar, tentunya untuk menyediakan kebutuhan keluarga,” katanya kepada awak media belum lama ini.
Dirinya meyakinkan bahwa transmisi penularan tersebut terjadi di keramaian, sehingga tidak dapat dihindari oleh para perempuan yang terpapar, terutama di Kalteng.
“Saya sebagai perempuan dan seorang ibu, saya bisa memahami kenapa perempuan ini sangat rentan, ya karena kebutuhan tadi. Sementara kita harus ada regulasi untuk tinggal dirumah, tapi bagi seorang perempuan atau ibu itu tidak mungkin tinggal dirumah,” tuturnya.
Paling tidak dalam satu hari, pasti ada kegiatan seorang ibu maupun perempuan keluar rumah, dan kemudian Srikandi Partai Gerindra ini mengungkapkan segala proses jual beli, banyak dilakukan oleh kaum perempuan.
“Jadi, saya menghimbau juga kepada ibu – ibu untuk harus disiplin menggunakan masker, karena seperti yang saya lihat di pasar, masih cukup banyak yang belum disiplin menggunakannya,” ungkapnya.
Sampai dengan saat ini, Kuwu secara pribadi memperhatikan dan menimbulkan keprihatian tersendiri, karena masih banyak masyarakat yang tidak taat pada protokol kesehatan, dan ini sangat berbahaya bagi dirinya dan lain.
“Dipasar juga harus disiplin menggunakan masker, banyak penjual yang tidak menggunakan masker, tapi kalau saya lihat pembeli rata – rata sudah taat pada protokol kesehatan. Karena kebetulan saya beberapa waktu lalu ke Pasar Kahayan, dan yang jual tidak pakai masker, sedangkan saya memakai masker,” ujarnya.
Kuwu menegaskan bahwa sebagai seorang ibu ataupun perempuan, adalah sebuah kewajiban untuk melindungi keluarga, terutama dari wabah pandemi Covid – 19 ini.
“Kita harus disiplin menggunakan masker, disiplin melakukan protokol kesehatan seperti cuci tangan dan kemudian juga tidak banyak berinteraksi keluar rumah kalau tidak penting. Jadi, kalau belanja pun jangan bergerombol,” sebutnya.
Baca Juga:Â Musda Partai Golkar Kotim Ditunda
Anggota DPRD Provinsi yang tergabung dalam Komisi III tersebut turut menghimbau bagi Satgas Covid – 19, agar memberikan tindakan peringatan bagi para pedagang yang tidak menaati protokol kesehatan.
“Kita boleh berdagang, tapi harus disiplin menggunakan masker, tapi kalau pedagang tidak menggunakan masker, dia boleh ditutup atau ngga usah jualan, atau bagi yang menggunakan masker saja yang diizinkan, karena ini ibu – ibu nanti akibatnya bisa tertular bagi keluarga dan anak kecil juga kena,” tukasnya. [Red]














Discussion about this post