Kalteng Today – Palangka Raya, – Adanya Tenaga Kesehatan (Nakes) yang terpapar Virus Korona di Rumah Sakit Doris Sylvanus (RSDS) sebanyak 18 orang beberapa waktu lalu, mengundang keprihatinan yang serius dari anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Ini harus menjadi perhatian serius, sebab apabila Nakesnya terpapar, lalu siapa lagi yang mengurus yang sakit. Karena mengurus orang sakit, menjadi dokter maupun perawat itukan perlu waktu,” kata Anggota DPRD Kalteng Duwel Rawing, Rabu (24/6).
Dirinya meminta kepada pihak yang memiliki kapasitas akan hal tersebut untuk kembali mengkaji kembali penyebab yang mengakibatkan kejadian tersebut, sehingga hal serupa tidak terulang kembali.
“Kaji kembali penyebabnya apa dan ini harus ditanggapi serius. Apakah ada prosedur yang keliru, atau Alat Pelindung Diri (APD) nya mulai serat atau tidak mencukupi, karena itukan kemungkinannya,” tuturnya.
Dirinya menambahkan, apabila persediaan APD yang ada sudah tidak mencukupi lagi, maka bisa saja membuat Nakes yang ada terpapar, atau prosedur menggunakan dan melepaskan APD yang tidak sesuai, dan mengakibatkan kecerobohan, sehingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Hal ini juga menjadi persoalan, karena ada beberapa kasus, seperti kekeliruan pada saat melepaskan APD itu membuat mereka terjangkit. Dan saya pikir perlu ada upaya serius dalam menangani pandemi ini,” tegasnya.
Dirinya menerangkan, dibeberapa daerah lainnya bahwa penanganan pandemi ini perlu adanya penyebaran upaya deteksi. Seperti penambahan alat untuk rapid tes dan swab.
Baca Juga:Â Pelaku Karhutla Bisa Dikenakan Deretan Pasal Berlapis
“Dengan begitu, kita lebih cepat tahu siapa yang terpapar. Kalau ada orang yang terpapar, tapi tidak terdeteksi, maka itu bisa menyebar kemana – mana. Jadi, setelah kita tau jelas terpapar, penanganan selanjutnya ialah cepat di isolasi,” ungkapnya.
Dengan itu, menurutnya angka penyebaran pengidap virus korona dapat diturunkan secara berkala. Hal tersebut diungkapkan karena tujuan dari penanganan pandemi merupakan penurunan angka penyebaran atau menghilangkan angka penyebarannya.
“Sedangkan yang lain seperti bantuan pangan, atau yang namanya jaring pengaman sosial, itukan hanya pelengkap, dan bukan itu yang utama. Kalau jaring pengaman sosialnya yang utama, maka itu terbalik, sebab amankan dulu jiwa manusianya, selanjutnya jaring pengaman sosial itu tambahan,” pungkasnya. [Red]














Discussion about this post