Kalteng Today – Palangka Raya, – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Kuwu Senilawati meminta agar Tahun 2021 sejumlah rumah atau betang yang ada di Kalteng dilakukan revitalisasi.
“Kami telah mengunjungi situs – situs budaya kita, karena bidang pariwisata itukan merupakan salah satu tupoksi kami. Jadi kami kemarin sempat mengunjungi Betang Toyoi, di Desa Tumbang Malahui, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas,” katanya, Rabu (15/7/2020).
Diceritakannya,Desa Tumbang Malahui tersebut merupakan desa yang cukup tua, dan bahkan sebelum kemerdekaan Indonesia, desa ini sudah ada. Dan cagar budaya yang berbentuk Betang atau Rumah adat Kalteng tersebut ada tiga, yakni Betang Toyoi yang ada di Deda Tumbang Malahui, lalu Betang Antang Kalang yang ada di Tunbang Gagu, dan Betang Tunbang Kurik.
“Ketiga betang ini sudah ditetapkan menjadi cagar budaya kita, namun keberadaan ketiga betang ini cukup memprihatinkan. Melihat kondisi tersebut, melalui Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD, kami merencanakan revitalisasi betang,” tutur dia.
Revitalisasi ini sangat diperlukan katnya, karena kondisi atap – atap betang sudah mengalami kebocoran dan ada beberapa bagian betang harus di perbaiki, sehingga pihaknya merencanakan revitalisasi pada tahun 2020 ini, namun hal itu harus tertunda, karena terjadi pandemi Covid – 19, maka semua dibatalkan.
“Pada tahun 2019 lalu, kita sudah ajukan melalui Pokir anggota dewan untuk bersepakat melakukan revitalisasi, tanpa harus merubah fungsi dari betang tersebut, akan tetapi semua batal karena pandemi ini semuanya dipotong,” jelasnya.
Padahal, pihaknya sudah melakukan himbauan kepada masyarakat setempat, untuk melakukan pengerjaan padat karya terhadap betang – betang tersebut. Menurutnya , semua bahan yang akan dipersiapkan semestinya dari bahan kayu, mengingat yang di revitaliasi adalah betang yang pada dasarnya dibuat dari bahan kayu.
“Harusnya revitalisasi ini melibatkan masyarakat setempat, dan awalnya kita harapkan kemarin bahwa ini menjadi proyek padat karya, yang tidak masuk dalam pemangkasan, agar bisa berjalan, ternyata itu semua termasuk. Bahkan ketiga betang tersebut tidak ada yang direvitalisasi untuk tahun ini,” ungkapnya.
Baca Juga : KONI Kalteng Hadiri Rapat Virtual Bahas Kesiapan Peliputan PON Papua 2021
Dirinya berharap tahun 2021 mendatang, melalui komisi III dengan beberapa perwakilan orang akan melakukan pengajuan kembali.
“Saya sendiri sudah mengajukan, karena kalau sudah terlanjur rusak parah, maka kita sendiri yang susah. Kalau Betang Toyoi itu masih bisa ditempati, tetapi yang Tumbang Kurik itu sudah tidak bisa, begitu juga yang Betang Antang Kalang yang di Desa Tumbang Gagu, Kabupaten Kotim itu sudah sangat parah,” pungkasnya. [Red]














Discussion about this post