Kalteng Today – Palangka Raya – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mendorong eksekutif agar dapat memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat hingga ke wilayah pelosok, mengingat sampai dengan saat ini masih banyak masyarakat yang belum merasakan fasilitas tersebut, karena sejumlah fasilitas pembangkit yang belum beroperasional.
Menurut Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Natalia di wilayah Kalteng sendiri, melalui program Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), telah dibangun sejumlah PLTU untuk mencukupi kebutuhan listrik Kalteng yang telah dicanangkan sejak Tahun 2012.
“Kita itu sudah memiliki PLTU di beberapa wilayah, salah satunya seperti di Bagendang , Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Namun, permasalahannya itu, hingga saat ini PLTU tersebut belum bisa beroperasional karena adanya beberapa kendala,” kata Natalia, Jum’at (23/10)
Dirinya mengungkapkan, ketika Komisi II DPRD Kalteng melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke PLTU Bagendang beberapa waktu,didapatkan informasi tentang permasalahan yang menyebabkan PLTU itu belum bisa dioperasionalkan.
Seperti Tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang belum bisa dibangun karena terkendala perihal pembebasan lahan yang belum Clear and Clean (CNC), karena ada sejumlah masyarakat yang masih keberatan terkait biaya pembebasan lahan.
Baca Juga : Komisi II DPRD Kalteng Dorong Pemprov Perkuat Ketahanan Pangan
Lalu ada juga permasalahan konflik antara kontraktor dan Pemerintah hingga masuk ranah hukum perdata, dimana kontraktor meminta agar anggaran pembangunan PLTU tersebut bisa dibayarkan, sehingga pembangunan bisa segera dilanjutkan.
“Ya kita sih semuanya berharap, agar masalah-masalah tersebut bisa segera terselesaikan. Sehingga PLTU Bagendang, bisa beroperasi secepatnya, mengingat kemampuan daya yang dimiliki PLTU Bagendang sebanyak 2 kali 25 Megawatt. Itu mampu untuk memberikan pasokan listrik dari Kabupaten Kotim hingga ke Seruyan,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post