Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Jati Asmoro mengingatkan agar segera menjembatani berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Bukit Batu.
Seperti, fokus utama adalah kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kerap terjadi setiap tahun.
Legislator asal Partai Gerindra ini menyampaikan, dalam kunjungannya ke wilayah tersebut, warga setempat mengajukan sejumlah kebutuhan mendesak guna mendukung upaya penanggulangan karhutla.
Baca Juga : Jelang Musim Kemarau, Hap Bapperdu Ingatkan Pemko Soal Ini
Salah satunya adalah permintaan pembangunan embung air yang dapat digunakan sebagai sumber air saat terjadi kebakaran.
“Masyarakat meminta dibuatkan embung air yang dapat memudahkan mereka dalam memadamkan karhutla. Embung ini sangat penting untuk menjamin ketersediaan air di titik-titik rawan,” katanya Jati kepada awak media, Selasa (27/5/2025).
Tidak hanya itu, warga juga mengusulkan dibukanya akses jalan menuju lokasi embung. Akses ini dianggap vital agar proses distribusi air dan penanganan kebakaran bisa berjalan lebih cepat dan efisien.
“Pembuatan jalan menuju embung juga menjadi kebutuhan penting. Tanpa akses yang memadai, keberadaan embung tidak akan maksimal dimanfaatkan saat darurat,” tuturnya.
Selain infrastruktur, sektor lain yang turut disoroti adalah keterbatasan kendaraan operasional. Saat ini, warga hanya mengandalkan kendaraan roda tiga (tosa) yang dinilai tidak cukup efektif untuk menghadapi situasi darurat.
“Sementara yang ada itu hanya tosa, dan itu tidak maksimal karena roda tiga. Kami harap adanya kendaraan roda empat untuk operasional, agar mobilitas saat bencana bisa lebih cepat dan aman,” terang Jati.
Baca Juga : Memasuki Musim Kemarau, Warga Antisipasi Kekurangan Kebutuhan Air Bersih
Sebagai bentuk kewaspadaan kolektif, Jati juga mengajak seluruh masyarakat Palangka Raya untuk aktif memantau wilayah masing-masing guna mencegah terjadinya kebakaran sejak dini.
“Saya minta semua warga Kota Palangka Raya tanpa terkecuali untuk memonitor kawasan di daerahnya masing-masing. Pencegahan lebih baik daripada penanggulangan,” tegasnya.
Ia berkomitmen akan meneruskan aspirasi masyarakat tersebut ke pihak terkait agar segera mendapat perhatian dan realisasi, mengingat urgensinya dalam menghadapi ancaman karhutla.[Red]














Discussion about this post