Kalteng Today – Pulang Pisau, – Dampak covid-19 berimbas pada berbagai sektor kehidupan, hal tersebut menjadikan terjadinya kendala dalam melakukan langkah percepatan pembangunan di Kabupaten Pulang Pisau. Namun demikian, semua pihak diharapkan dapat memaklumi kondisi yang terjadi.
” Transfer dana pusat bagi hasil pun tak seperti anggaran murni 2020. Apalagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tentu sangat dirasakan untuk mengurangi kegiatan dalam realisasi pembangunan, ” kata anggota DPRD Kabupaten Pulang Pisau, Tendean Indra Bella, Minggu (24/1)
Tendean Indra Bella yang merupakan Kader Golkar anggota DPRD Kabupaten Pulang Pisau menyebut bahwa disaat anggaran terbatas di harapkan yang menjadi kegiatan 2021 hendaknya bersifat skala prioritas saja sambil menunggu kondisi normal.
Menurut Tendean hanya kegiatan yang bersifat strategis yang harus dilakukan seperti contoh kegiatan yang mengarah pada pemulihan ekonomi masyarakat.
” Dampak pembangunan ditengan pandemi sangat dirasakan, baik sektor ekonomi maupun pencapaian target pembangunan daerah. Namun, demikian, hal tersebut sangat dimaklumi sehingga pemerintah hendaknya mengalokasikan anggaran yang mengarah pada upaya pemulihan ekonomi masyarakat dalam arti luas samoga kondiai pandemi Civid-19 cepat berakhir, ” tandasnya.
Baca Juga :Â Ketua DPRD Pulpis Apresiasi Bantuan Pemkab Untuk Korban Banjir di Kalsel
Ditambahkannya bahwa saat ini masyarakat dalam kondisi masa sulit sehingga upaya dari pemerintah juga harus dibarengi dengan program penanganan masyarakat terdampak covid-19 baik sektor ekonomi maupun penanganan dimasa pandemi saat ini. [BS-KT]














Discussion about this post