Kalteng Today – Kuala Kurun, – Hampir lima tahun Jalan Ais Nasution di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas(Gumas) tidak terawat dan rusak, untuk itu Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Gumas mulai memperbaiki jalur ini dengan cara swakelola, agar bisa dilewati oleh masyarakat yang ada di wilayah setempat.
Kepala DPU Kabupaten Gumas Baryen mengatakan, karena jalan tersebut lama tidak difungsikan maka dilakukan kegiatan pemeliharaan dengan mengunakan secara swakelola, karena jalan tersebut kondisinya susah dilewati.
“Kalau kondisi Jalan Ais Nasution ini susah dilewati dan banyak bergelombang dan beralur, maka perlu dilakukan perbaikan disana sudah kita lakukan perbaikan, akan tetapi untuk peningkatan kita masih belum ada dana di Bidang Bina Marga, namun kita lakukan secara swakelola saja,” ucap Baryen saat dikomfirmasi, Jumat (4/6) lalu.
Sedangkan Jalan Ais Nasution ini, kata dia, jalurnya menghubungkan dua jalan protokol seperti jalan Brigjen Katamso, dan Jalan Letjend Soeprato, dan didalamnya ada dua kantor pemerintahan yakni Pelayanan KB dan Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), sehingga perlunya penanganan atau perbaikan di jalan tersebut.
“Dengan dilakukannya perbaikan dijalan Ais Nasution ini otomatis untuk memudahkan transpotasi masyarakat yang ada di sekitar jalan ini. Sedangkan, dananya untuk perbaikan di jalan ini belum terhitung, dan menyesuaikan keadaan terakhir dilapangan,” ujarnya.
Baca juga : Pemkab Gumas Gelontorkan Rp 14,1 Miliar Untuk Perbaikan Jalan Kabupaten
Sementara itu, Kabid Bina Marga Bambang Jaya menyebut, dalam perbaikan jalan di Jalan Ais Nasution tersebut dananya tidak ada di dalam anggaran, jadi pihaknya melakukan secara swakelola dan menyewa alat berat, guna merapikan dan menormalkan keadaan di jalan tersebut, sehingga dapat dilalui oleh warga.
“Kalau panjang dari jalan ini sekitar 1300 meter, kita bersyukur untuk pengerjaannya di jalan ini juga hampir finishing, karena akhir-akhir ini tidak hujan, sehingga dapat secepatnya bisa diselesaikan,” demikian dia. [Red]














Discussion about this post