Kaltengtoday.com, Lifestyle – Demo ricuh sedang mewarnai sejumlah kota besar di Indonesia. Dari Jakarta, Bandung, hingga Medan, pemandangan massa berhadapan dengan aparat sering diwarnai suara ledakan kecil dari tabung gas air mata.
Bagi sebagian orang, ini dianggap hal “biasa” dalam aksi massa. Padahal, dari sisi medis, paparan gas air mata bisa sangat berbahaya, mulai dari iritasi ringan, hingga risiko kebutaan dan kematian.
Baca Juga : Deretan Artis Hadir di Pemakaman Affan Kurniawan, Ucapan Belasungkawa Membanjiri Sosmed
Apa Itu Gas Air Mata Sebenarnya?
Meskipun namanya “gas air mata”, secara teknis ini bukan gas. Gas air mata merupakan bubuk kimia yang dipadatkan lalu dilepaskan dalam tekanan tinggi sehingga berubah menjadi kabut atau aerosol ketika ditembakkan. Kabut inilah yang kemudian mengiritasi mata, hidung, dan saluran pernapasan.
Menurut Medical News Today, gas air mata awalnya dikembangkan sebagai senjata kimia untuk kepentingan militer di masa perang. Ironisnya, senjata ini kini dilarang digunakan dalam peperangan. Tapi, penggunaannya oleh aparat untuk membubarkan massa sipil masih lazim dilakukan di banyak negara, termasuk Indonesia.

Efek Gas Air Mata ke Tubuh
Efek paling cepat dirasakan adalah mata perih, berair, dan pandangan kabur. Lalu muncul batuk, hidung meler, kulit terasa panas, hingga sesak napas. Buat orang dengan asma atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), paparan ini bisa memperparah kondisi hingga menyebabkan gagal napas.
Studi tahun 2017 yang menganalisis 25 tahun penggunaan gas air mata mencatat efek mengerikan:
- 2 orang meninggal dari 5.910 kasus paparan (satu akibat gagal napas, satu akibat cedera kepala karena terkena tabung gas).
- 58 orang alami cacat permanen, termasuk kebutaan, gangguan pernapasan kronis, cedera otak, hingga amputasi.
Selain itu, paparan gas air mata di ruangan tertutup jauh lebih berbahaya. Gas yang “terperangkap” bisa meningkatkan konsentrasi bahan kimia, sehingga korban lebih sulit bernapas dan risiko fatal jadi lebih tinggi.














Discussion about this post