Kalteng Today – Â Palangka Raya, – Dr. Natalina Asih, MA berhasil meraup suara terbanyak di dalam pemilihan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya (FKIP UPR), dengan berhasil meraup 31 suara dari total suara 54 yang berasal dari senat – senat.
“Saya pikir pimpinan yang lama sudah banyak hal yang dikerjakan, dan saya melanjutkan kepemimpinan beliau, juga saya harus melihat, apa yang perlu dirapikan kembali di FKIP, dan tantangan – tantangan apa yang harus kami hadapi kedepan,” kata Dekan FKIP UPR terpilih, Dr.Natalina Asih, MA, Kamis (30/7/2020).
Dirinya menerangkan, lulusan kampus dengan mahasiswa terbanyak di UPR tersebut, ke depan harus mampu menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat, baik di tingkat daerah dan nasional. Begitu juga dengan kesiapan lulusan untuk dapat bekerja di tengah – tengah masyarakat.
“Karena bagaimanapun kita harus memperhitungkan, nanti bahwa lulus FKIP kedepan itu harus bisa kerja. Jadi, kita tidak bisa berpikir bahwa lembaga kita nanti menyiapkan produk, tapi akan menjadi pengangguran,” tuturnya.
Jadi, lulusan FKIP UPR harus bisa diterima di masyarakat. Dan tantangan itu harus kita pelajari dulu, khususnya apa sih yang diperlukan masyarakat dalam situasi seperti ini, artinya guru yang harus kita cetak, itu atau bisa menyesuaikan atau adaptasi dengan kondisi, yang ada, tambahnya.
Selanjutnya, dirinya juga mengungkapkan, akan tetap melibatkan seluruh pesaingnya, demi memberikan dampak positif bagi perkembangan dunia pendidikan dan juga khususnya kampus tersebut.
“Sudah pasti, karena beliau kan salah satu guru besar ditempat kami, dan guru besar ini kita menganggap sebagai aset yang luar biasa. Beliau juga banyak pemikiran bagus, jadi saya pikir beliau tetap menjadi narasumber yang luar biasa, terutama karena saya inikan orang baru, jadi saya akan tetap belajar banyak, menggali dan menggali dari beliau,” jelasnya.
Baca Juga :Â Muncul Titik Hotspot Di Wilayahnya, Polsek Murung Langsung Cek ke Lokasi
Prof. Dr. Joni Bungai, M.Pd yang merupakan pesaing dari Dekan terpilih, Natalina Asih menanggapi, proses pemilihan yang sudah lewat tersebut, mestinya dapat dipelajari lebih lanjut oleh para mahasiswa dan juga menjadi contoh demokrasi. [Red]














Discussion about this post