Kalteng Today – Palangka Raya, – Dengan adanya program pemerintah pusat tentang ketahanan pangan atau yang dikenal dengan Food Estate di Kabupaten Kapuas dan Pulang pisau, mendapat tanggapan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Siswandi.
Menurutnya, Program Foot Estate tersebut cukup strategis untuk kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi, dirinya mengaku bahwa adanya program tersebut, jangan hanya dipusatkan pada kedua kabupaten itu saja, akan tetapi lebih baik disebar dibeberapa kabupaten lainnya, salah satunya di kabupaten – kabupaten di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito.
“Sekarang Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut) khususnya untuk ketahanan pangan ini mereka sangat mendukung, dan untuk Kabupaten Barito Selatan (Barsel) itukan ada lahan yang ingin dibuka untuk peningkatan ketahanan pangan ini juga,” katanya kepada awak media, Kamis (16/7).
Dalam kesempatan tersebut, dirinya mengungkapkan bahwa untuk luasan tanah yang di persiapan tersebut, sampai sekarang masih belum dirinya ketahui.
“Untuk persis luas lahannya masih belum disampaikan kepada saya kemarin. Tapi intinya pihak Pemkab Barsel itu siap dan antusias sekali, karena mengingat Kabupaten Barsel inikan berbatasan dengan Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau,” terangnya.
Baca Juga :Â Satgas Karhutla Kotim Giatkan Sosialisasi Kepada Pemancing dan Pemburu
Siswandi juga menerangkan, Kabupaten Barsel dulunya juga ada yang termasuk dalam Proyek Lahan Gambut (PLG) pada masa Orde Baru. Dan dengan adanya pengembangan areal Food Estate tersebut, pihaknya meminta dibagi hingga ke Kabupaten Barsel dan sekitarnya.
“Kita mohon juga, dengan dibukanya proyek Food Estate ini kedepan, wilayahnya bisa dikembangkan ke DAS Barito. Karena kemarin, saat kita reses kesana, dan ada dua buah desa yang menyumbangkan pangan, kurang lebih tiga ton ke Pemkab, dan bahan pangan itu murni hasil pertanian masyarakat,” bebernya.
Dirinya menerangkan, hasil pangan tersebut dibagikan kembali ke masyarakat yang lain, terkhususnya yang terdampak oleh pandemi Covid – 19. Sehingga, hal ini merupakan bagian dari potensi daerah yang harusnya dapat dioptimalkan oleh pemerintah. [Red]














Discussion about this post