Mendorong Inovasi melalui Pembelajaran Berbasis Tantangan
Melalui Program Gerakan Transformasi Edukasi (GENERASI), pendekatan pembelajaran berbasis tantangan diterapkan untuk mendorong siswa lebih aktif mengeksplorasi potensi di sekitar mereka. Pendampingan ini membantu siswa belajar dari teori sekaligus melalui pengalaman langsung dalam menghadapi dan menyelesaikan tantangan.
Firman Apriandi, pendamping Program Gerakan Transformasi Edukasi (GENERASI) Trakindo menjelaskan bahwa pengalaman ini mencerminkan pendekatan pembelajaran berbasis tantangan untuk membentuk pola pikir yang terus berkembang.
“Kuncinya ada di growth mindset atau pola pikir untuk terus tumbuh dan berkembang. Bu Asykur sebagai penggerak di SDN 4 Ketapang tidak berhenti pada satu inovasi, tetapi selalu terbuka untuk mencoba hal baru dan melihat tantangan sebagai peluang. Itu yang membuat inovasi di sekolah ini bisa berjalan konsisten, karena yang dibangun bukan hanya programnya, tetapi juga cara berpikirnya,” katanya.
Baca Juga : Kalaksa BPBD Kalteng Tinjau Lokasi Kebakaran di Mendawai Sosial
Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk mendorong transformasi pembelajaran di sekolah. Upaya tersebut diperkuat melalui pendampingan yang mendorong sekolah mengembangkan cara belajar yang lebih kontekstual dan dekat dengan pengalaman siswa.
“Melalui Program Gerakan Transformasi Edukasi (GENERASI), Trakindo mendorong inovasi di tingkat sekolah sekaligus membangun pola pikir pembelajaran yang lebih kontekstual dan berkelanjutan. Kami melihat bahwa ketika sekolah konsisten mengembangkan cara belajar seperti ini, dampaknya dirasakan tidak hanya oleh siswa, tetapi juga oleh lingkungan di sekitarnya,” ujar Candy Sihombing, Corporate Communication & CSR Manager PT Trakindo Utama. [Red]














Discussion about this post