Kalteng Today – Kapuas, – Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil melakukan pendataan terhap pelaku usaha Industri Kecil Menengah yang mulai tergerus akibat pembangunan infrastruktur Jalan dan Jembatan di daerah pesisir Kabupaten Kapuas.
Kepala Disperdagperinkop Kapuas Batu Panahan melalu Kepala Bidang Industri Ferdinan Junarko mengatakan pihaknya mulai melakukan pendataan terhadap pelaku usaha Industri Kecil Menengah.
Usaha itu di bidang Kapal motor dan pandai besi di Kabupaten di lakukan pendataan untuk nantinya diberikan pelatihan serta bantun stimulan untuk mendorong peningkatan Sumber Daya Manusia(SDM) dan hasil kerajinan menjadi prodak unggulan.
“Memang harus di akui di daerah pesisir terutama Kecamatan Bataguh pelaku usaha pembuatan kapal motor mulai sepi orderan akibat pembangunan infrastruktur Jalan dan Jembatan,”ucap Kabid Industri Ferdinan Junarko, Jumat(30/4/2021).
Maka itu lanjut Dia, dampak pembangunan infrastruktur berdampak pada hasil pembuatan kapal motor para pelaku usaha dimana dalam satu tahun hanya bisa memproduksi satu hingga dua buah,sesuai pesanan.
Karena masyarakat saat ini sudah beralih menggunakan akses jalur darat.Sebelumnya jalur sungai menjadi primadona warga setempat.Tetapi warga masih mengunakan pala motor tersebut untuk mengangkut hasil perkebunan dan hasil pertanian untuk Desa Terusan ke Kota Kuala Kapuas.
“Walau pun Demikian masih saja warga memanfaatkan alat transportasi sungai berupa kapal motor untuk mengangkut hasil pertanian dan kebun untuk di jual ke kota,”imbuhnya.
Baca Juga :Â Pos Penyekat Kalteng-Kalsel Batasi Pergerakan Antar Provinsi
Ferdinan megatakan akan melakukan pendataan terhadap pelaku usaha pandai besi, nasibnya sama dengan usaha kapal motor ibaratnya hidup segan mati pun tak mau.
Sehingga perlu dibantu untuk pengolahan peralatan perkebunan berupa dodos dan egrek yang nantinya dipasarkan ke Perusahaan Besar Suwasta(PBS) yang bergerak di bidang Perkebunan kelapa sawit yang ada di Kabupaten Kapuas.
“Nanti kita yang membantu untuk memasarkan ke pihak PBS untuk membeli produk olahan pandai besi lokal terutama untuk alat panen buah sawit,”terang Ferdinan.
Ia berharap IKM di Kabupaten Kapuas dapat berkembang tentu dibantu untuk berinovasi dan krestif dari Sumber Daya Manusia untuk mengasilkan produk lokal yang mendongkrak perekonomian masyarakat disaat Perusahaan besar mulai tumbang akibat wabah virus corona(Covid 19)
“Setidaknya IKM dapat bertahan ditengah bencana non alam yang sudah dua tahun melanda dunia untuk menyesuaikan hidup normal masayarakat produktif,” pungkasnya. [Djim-KT]














Discussion about this post