Kaltengtoday – Sampit. Wabah virus Corona yang menghebohkan dunia, juga berdampak buruk pada komoditas ikan ekspor laut seperti ikan bawal putih. Sejak kemunculan virus tersebut, ikan bawal putih banyak beredar di pasaran lokal.
Hal ini dikatakan Anggota DPRD Kotim, Muhammad Arsyad bahwa dampak virus Corona ternyata berdampak pada ikan ekspor. Banyak ikan yang merupakan komoditas ekspor tidak terkirim.
“Saya dulu pernah mau beli ikan bawal putih di sebuah penampungan ikan di Kuala Pembuang. Sang juragan ikan ini tidak mau menjualnya, karena khusus ikan ekspor yang akan dikirim ke Macau dikirim dengan harganya per Kg bisa mencapai $100,” kata Arsyad dalam postingan di akun media sosial miliknya belum lama ini.
Politisi Partai Golkar ini juga menceritakan pengalaman yang diperolehnya melalui salah satu pengusaha besar kelahiran Pembuang Hulu, ketika memesan masakan ikan jelawat di restoran negara Singapura, harganya dibandrol Rp 20 juta.
“Ya itu saya pernah diceritakan masakan ikan jelawat yang di daerah kita hanya Rp.100 ribu per porsi , setelah masuk restoran di negara lain seperti Singapura harganya melonjak bisa mencapai Rp. 20 juta jika dikonveksikan ke mata uang rupiah,” ungkap Arsyad.
Menurutnya perairan di Kalimantan Tengah memiliki harta karun bernilai tinggi, jika dikelola dan dimanfaatkan secara maksimal dengan peran serta bantuan pemerintah daerah untuk memperdayakan seluruh nelayan di Kotim.
Baca juga :
Harga Cabai Merah di Kuala Pembuang Melambung Hingga Rp 70 Ribu per Kg
“Tulisan ini saya buat bukan karena tak berempati terhadap saudara kita yang lagi kesusahan di tengah wabah Corona, saya hanya ingin menginspirasi, bahwa laut, danau dan sungai kita sebenarnya menyimpan potensi ekonomi yang luar biasa jika dikelola dengan baik,” jelasnya.
Semoga Corona cepat pergi. Dan kita bisa segera menjemput anugerah alam yang luar biasa itu. Mengelola dan mengolahnya. Menjadikannya sumber ekonomi, yang bisa meningkatkan derajat kesejahteraan rakyat di Kotawaringin Timur,” demikian Arysad. [RED]














Discussion about this post