kaltengtoday.com, – Kapuas – Damang Kepala Adat Kecamatan Selat Hendri S Dinan mengharapkan renovasi berat balai adat di kawasan Jalan Melati menjadi prioritas.
Pasalnya bangunan tersebut merupakan simbol adat dan cagar budaya yang harus menjadi perhatian pemangku kepentingan di daerah baik pemerintah daerah dan wakil rakyat.
“Memang sudah kita usulkan untuk renovasi berat bangunan balai adat yang nyaris ambruk melalui Musrenbang kecamatan,”kata Damang Kepala Adat Kecamatan Selat,jumat 8 April 2022.
Baca juga :Â Lupa Matikan Kompor Diduga Penyebab Kebakaran 14 Rumah di Kabupaten Kapuas.
Bukan saja balai adat lanjut Hendri,rumah betang yang berada di kawasan bukit Ngelakang juga di juga diusulkan untuk dilakukan penimbunan karen drainase tidak berfungsi dengan baik sehingga setiap kali turun hujan maka tergenang di bawah rumah betang.
“Kalo dibiarkan lambat laun akan mengakibatkan kerusakan dan menjadi sumber sarang nyamuk demam berdarah,”ungkapnya.
Ia berharap usulan untuk penimbunan halaman di bawah rumah betang dan renovasi berat balai adat menjadi prioritas di tahun 2022 ini,sebab bangunan tersebut merupakan simbol adat suku dayak kapuas Ngaju yang harus diperhatikan,jangan hanya bangunan Masjid dan Gereja yang megah,tetapi balai adat nyaris ambruk pada di depan mata kita sendiri.
Baca juga :Â Bupati Pimpin Musrenbang RKPD Kabupaten Kapuas 2023
“Saya kira ini menjadi perhatian serius bagi stakeholder yang ada di Kabupaten Kapuas,”pungkasnya. [Djim KT]














Discussion about this post