kaltengtoday.com – Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Tjilik Riwut Palangka Raya, saat ini Kalteng tengah dilanda cuaca ekstrem.
Kondisi ini mengakibatkan tingginya gelombang laut yang mencapai 2 meter sehingga nelayan yang berada di pesisir selatan Kalteng tidak berani melaut.
“Dengan kondisi ini mengakibatnya hasil tangkap ikan menurun mencapai 40 persen.” Kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalteng Darliansyah kepada wartawan, Selasa ,7 Januari 2020 di Palangka Raya.
Menurut Darliansyah, info tersebut diterimanya terima dari petugas yang berada di Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pelabuhan Perikanan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.
“Yang berani melaut hanya kapal nelayan yang mempunyai mesin diatas 15 GT itupun hanya sebagai kecil.” Jelas dia.
Karena itu kata Darliansyah ia meminta kepada para nelayan tetap jaga keselamatan dan mengurangi aktivitas selama cuaca belum memungkinkan .
“Kita ingin nelayan lebih mengutamakan keselamatan dan melaut jika itu membahayakan jiwa mereka karena sepekan kedepan cuaca masih ekstrem.” Jelasnya.
Seperti data BMKG Tjilik Riwut Palangka Raya cuaca ekstrem hujan dengan intensitas sedang dan deras yang disertai petir juga angin kencang masih terjadi di sejumlah kabupaten kota di Kalteng.
Misalnya di Kabupaten Katingan , Kapuas ,Pulang Pisau, Palangka Raya dan Murung Raya.
Yaya-KT














Discussion about this post