Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Berdasarkan data Integrated Road Safety Management System (IRSMS) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) dan jajaran, selama tahun 2025, dari bulan juni terdapat sebanyak 539 kejadian kecelakaan lalu lintas, dengan korban luka ringan (LR) 621 orang; luka berat (LB) 89 orang; dan meninggal dunia (MD) 123 orang.
Sementara di tahun sebelumnya, yaitu pada tahun 2024 (bulan Januari sampai dengan bulan Juni) sebanyak 537 kejadian, dengan korban luka ringan (LR) 673 orang, luka berat (LB) 41 orang; dan meninggal dunia (MD) sebanyak 165 Orang.
Baca Juga : Operasi Patuh Telabang, Polres Barito Selatan Melaksanakan Apel Gelar Pasukan
Dari data itu bisa dilihat, terjadi peningkatan jumlah laka lantas sebesar 2 kejadian atau naik 0,37 persen sehingga disimpulkan bahwa masih rendahnya tingkat kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di Provinsi Kalimantan Tengah.
“Berdasarkan kondisi tersebut, untuk tetap mempertahankan dan menjaga situasi kamseltibcarlantas yang kondusif, maka dilaksanakanlah kegiatan cipta kondisi selama pelaksanaan program Indonesia menuju Zero Over Dimension Dan Overloading,” kata Kapolres Barito Timur AKBP Eddy Santoso SIK MH saat memimpin langsung apel gelar pasukan Operasi Patuh Telabang 2025, di halaman Mapolres Bartim, tadi (Senin, 14/7/2025).
Hadir sebagai undangan, nampak Bupati Bartim M Yamin, Dandim 1012 Buntok yang diwakili Danramil Benua Lima, Kadis Perhubungan, Kasat Pol PP, dan perwakilan Jasa Raharja.
Pada kesempatan itu, Kapolres membacakan amanat Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan SIK MSi, yang menyatakan bahwa menyampaikan Operasi Patuh Telabang tahun 2025 ini, berlangsung selama 14 hari dari tanggal 14 – 27 Juli 2025 . Operasi melibatkan total 410 personel, di mana diantaranya; terdiri dari 98 personel Polda Kalteng dan 312 personel Polresta/Polres jajaran Polda Kalteng. Tujuannya adalah untuk menurunkan angka pelanggaran, laka lantas, dan angka fatalitas.
Baca Juga : 2 Pekan Operasi Patuh Telabang di Kalteng, 585 Pengendara Tertangkap ETLE
“Adapun sasaran operasi meliputi segala bentuk potensi gangguan (PG), ambang gangguan (AG), dan gangguan nyata (GN), di mana semua ini berpotensi menyebabkan kemacetan, pelanggaran dan laka lantas baik sebelum, pada saat dan paska operasi berlangsung,” imbuh Kapolda seperti yang dibacakan Kapolres.
Kapolres Eddy selanjutnya juga mengapresiasi gelar pasukan yang berlangsung secara tertib dan khidmat, sebagai wujud sinergitas lintas sektoral dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Gumi Jari Janang Kalalawah. [Red]














Discussion about this post