Kalteng Today – Palangka Raya, – Siang nan terik itu seorang wanita muda berkacamata tampak tengah memelototi layar komputer jinjing (laptop)nya. Matanya tampak tajam memperhatikan satu demi satu tulisan yang tengah dibuatnya.
Diatas meja kerjanya berserakan sejumlah berkas dan kertas yang nampaknya adalah bahan akan dituangkan dalam tulisan yang tengah digarapnya. Tak ketinggalan sebuah tumbler (botol air minum) dan sedikit camilan tersedia sebagai teman saat kantuk mulai menyergap.
Canda gurau dua buah hatinya, Valereo Satrianda Tumon dan Gracia Renanda Tumon tak jua dihiraukannya. Ia nampak terus terbenam dengan angka dan data yang ada di layar laptopnya.
“Saya itu kalau lagi badmood bisa seharian berada di hadapan komputer tanpa ada ide yang bisa dituangkan dalam tulisan,”ujar Dewi Yulianti tertawa lebar saat ditemui siang itu, Rabu (7/10/2020).
Kalau sudah seperti itu, sang anak akan selalu protes kepadanya, ”Mamah ngapain hanya bengong di depan komputer seharian, mending main sama kakak ,”ujarnya menirukan protes si sulung.
Perempuan lulusan Fisip Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) yang saat ini bertugas sebagai Pranata Humas Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Kalteng itu telah menekuni dunia tulis menulis sudah sejak Tahun 1992 ketika dia masih pelajar SMP di Yogyakarta.

Bahkan untuk mengasah kemampuannya dia sempat bergabung dengan sebagai relawan penulis remaja hampir 7 tahun lamanya hingga dia lulus SMA Tahun 1998.
“ Saat itu kita sering mengisi rubrik di mingguan GEMA dan koran lokal harian Berita Nasional (Bernas) di Yogyakarta,”ujarnya.
Hobby tulis menulis ini sempat terhenti ketika dia diangkat menjadi abdi negara yakni sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditugaskan pada Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Kalteng atau dulu dikenal dengan nama Biro Protokol dan Komunikasi Publik pada Setda Provinsi Kalteng.
Diakuinya bukan tanpa alasan dia menulis buku tentang ‘Humas Pemerintah Yang Modern’. Selain sebagai sarana untuk menyalurkan hobby menulisnya yang sempat terhenti, dia juga ingin berbagi pengalaman (sharing) mengenai seluk beluk kehumasan tempatnya selama ini bekerja.
“Bekerja di bidang kehumasan itu tidak mudah ada tantangan tersendiri. Selain dituntut harus bekerja cepat dan update karena berhubungan juga dengan dunia wartawan, kita juga dituntut selalu siap dan sigap,”ujarnya.
Baca Juga : Tanggapi RUU Ciptaker, Legislator Mura Ini Turut Sampaikan Penolakannya
Jadi menurut Dewi Yuliyanti, Humas Pemerintahan itu diibaratkan air yang menyejukan.
“Dia harus bisa berperan menetralkan keadaan kala masyarakat memprotes kebijakan pemerintah. Selain itu dia mempunyai peran sebagai mediasi, misalnya saat terjadi demonstrasi,”ujarnya.
Wanita yang kini menetap di Palangkaraya itu berharap, ada ASN juga menulis buku seperti yang dilakukannya. “Menulis itu mengasyikkan. Selain sebagai sarana mengembangkan diri juga sebagai momentum lahirnya penulis- baru dari Kalteng terutama dari kalangan ASN,”pungkasnya. [Red]














Discussion about this post