Namun berkah semua perjuangan yang tak kenal lelah itu pada akhirnya bisa lulus di ITS Surabaya dengan predikat sangat memuaskan (Summa Cum Laude).
Semua ini kata dia selalu diceritakannya kembali kepada warga desa setiap melakukan kunjungan. Ini dilakukan bukan tanpa tujuan, maksudnya yakni seseorang boleh jadi anak desa, boleh jadi orang miskin, tapi juga harus punya mimpi besar tentang hari esok yang lebih baik.
“Mereka bisa menjadi bupati seperti halnya Pak Ben Brahim S. Bahat asalkan mereka mau sekolah,” jelas Bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Kabupaten Kapuas itu.
Dan sejak itu kata dia di Kabupaten Kapuas itu kayak roket, ini karena di Kapuas itu satu desa satu PAUD holistic terintergasi.

Maksudnya, disana ada Posyandu dan Bina Keluarga Balita (BKB) untuk Pendidikan orang tuanya. Ini mirip-mirip parenting (pembelajaran pengasuhan integgasi orangtua dan anak-red), jelas Ary Egahni.
Karena pada saat mengantarkan anaknya sekolah, kebiasaan para ibu-ibu ini melakukan kongkow (ngerumpi) sesama mereka. Dan karena di Kabupaten Kapuas itu ada yang namanya Program BKB, jadi anaknya sekolah, ibunya diberi pembekalan.
“Disana kita ajarkan bagaimana menjadi orang tua yang baik dan salah satunya kita ceritakan pengalaman hidup bupatinya, Pak Ben Brahim S. Bahat,” ujarnya.
Lucunya kata Ary Egahni, saat dia menceritakan semua itu, tiba-tiba ada seorang ibu yang kemudian secara spontan memang tangannya sambil berkata ,”Bu saya tak mau anak saya juga menjadi petani miskin seperti saya. Dia harus sekolah agar bisa menjadi orang sukses seperti pak bupati,”ujar Ary tersenyum
Menurut wanita yang pernah diganjar sejumlah penghargaan antara lain Juara 1 Bunda PAUD Tingkat Nasional Tahun 2016 dan sebelumnya juga mendapat penghargaan Bunda PAUD Terintegrasi Tahun 2015 itu mengatakan, semua yang dilakukannya sebenarnya adalah membantu tugas suaminya selaku Bupati Kapuas.
Baca Juga: Ben Brahim Dukung Apkasindo Mensejahterakan Petani Sawit
Selain itu pada saat saat pertama kali suaminya menjadi Bupati Kapuas, dia melihat motivasi anak-anak untuk sekolah terutama di pedalaman masih rendah.
“ Karena itu harus ada terobosan-terobosan yang membumi agar semua bisa berubah dan pendidikan semakin maju. Ini semua muaranya yakni Kabupaten Kapuas bisa maju dan bisa bersaing dengan daerah lainnya,”pungkas Ary Egahni Ben Brahim S. Bahat [Red]














Discussion about this post