kaltengtoday.com, – Sampit, – Dinas Pertanian Kotawaringin Timur memint kepada warga yang beternak babi agar bisa melaporkan jika ada peliharaannya yang mendapatkan gejala demam babi afrika. Pasalnya, demam ini nampaknya masih merebak dan masih ada.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kotim Endrayatno menghimbau dan juga meminta kepada para peternak babi yang ada di Kotim agar bisa melapor ke Dinas Pertanian apabila ditemukan tanda atau gejala yang dialami babi. Jelasnya, Rabu (16/3).
“Gejala yang dimaksud disini ialah demam tinggi sampai 41 derajat celcius. Pada kulit ada kemerahan, sesak napas dan mati secara mendadak,”tegasnya.
“Virus ASF dapat menyerang semua umum babi, baik jantan maupun betina. Saat ini belum ada vaksin ataupun obat khusus yang dapat mengobati virus ASF tersebut,”ungkapnya.
Baca juga :Â Diserang Virus, Ratusan Babi Mati Mendadak di Kotim
Menurutnya, meski demikian virus ini bisa dicegah dengan menjaga makanan dan minuman yang dimakan babi, menjaga kebersihan kandang, dan mengisolasi babi yang sakit. Jangan sampai dicampur adukan babi sehat dengan yang sakit. Pintanya.
Baca juga :Â Awas! Flu Babi Afrika Makin Menggila!
Kasus kematian babi akibat demam dari afrika ini membuat kasus baru bagi pihaknya. Bayangkan saja. Sejak November 2021 lalu, setidaknya ada 700 babi milik warga mati mendadak akibat virus tersebut. Tutupnya.[Red]














Discussion about this post