Ini seperti dijelaskan oleh Devy Ika Puspitosari, Kepala Tim Sistem Pembayaran BI Kalteng. Dikatakannya, acara yang bertajuk Sosialisasi Ciri Keasliaan uang rupiah (CIKUR), tingkat kelayakan uang, gerakan nasional non tunai (GNNT) serta QR code Indonesian standard (QRIS) merupakan tindaklanjut Mou BI Kalteng dengan pihak perbankan untuk memberikan edukasi kepada retailers swalayan besar serta SPU di Palangka raya.
kaltengtoday.com – Puluhan kasir swalayan yang umumnya wanita, pagi itu, Minggu, 17/11 pekan lalu, nampak memenuhi ballroom Hotel Aquarius Palangka Raya. Berbaju seragam khas tempat mereka bekerja, dan kebanyakan masih muda itu nampak senyum-senyum saat mendengarkan pejelasan dari tim Bank Indonesia (BI) Kalteng yang kebetulan didominasi kaum adam dan masih muda.
“Mas-masnya ganteng-ganteng dan pinter, saya suka cara dia menjelaskan,”ujar salah satu kasir swalayan yang nampak mengenakan baju seragam warna biru kombinasi kuning dan merah sambil tersenyum penuh arti. Acara yang membahas masalah serius itupun menjadi cair dan menyenangkan.
Memang sehari penuh dihari libur itu, BI Kalteng mengumpulkan para kasir untuk diberikan pemahaman berbagai hal mulai bagaimana membedakan uang yang masih layak untuk beredar dan uang yang tak layak edar.
Ini seperti dijelaskan oleh Devy Ika Puspitosari, Kepala Tim Sistem Pembayaran BI Kalteng. Dikatakannya, acara yang bertajuk Sosialisasi Ciri Keasliaan uang rupiah (CIKUR), tingkat kelayakan uang, gerakan nasional non tunai (GNNT) serta QR code Indonesian standard (QRIS) merupakan tindaklanjut Mou BI Kalteng dengan pihak perbankan untuk memberikan edukasi kepada retailers swalayan besar serta SPU di Palangka raya.
“Tujuan kegiatan ini adalah agar para kasir atau teller membantu dalam hal kebijakan clean money policy, seperti yang sudah berjalan di beberapa swalayan di Palangka Raya,”jelasnya.
Dengan kegiatan ini kata Devy, BI berharap salah satunya nantinya bila para kasir menemukan uang yang tak layak edar bisa dismpan dan nantinya ditukarkan kepada BI Kalteng , “Jadi tidak langsung dikembalikan kepada pelanggannya, kalau uang itu tak layak edar dterima saja dulu asal tidak rusak parah,”jelasnya.

Untuk diketahaui dalam kegiatan yang berlansgung satu hari itu diikui oleh sejuml;ah peserta perwakailan kasir sejumlah retail seperti Alafamart, Indomaret, Sendys, SPBU.
“kedepannya kita akan melakukan kegiatan ni dalam skala besar dan juga menghadirkan sejumlah pelaku usaha seperti kalangan pedagang tradisonal,”pungkas Devy.
Dhann-KT














Discussion about this post