Kalteng Today – Kuala Pembuang, – Tangan pemuda nan gempal itu nampak cekatan memainkan sejumlah peralatan bengkel untuk memperbaiki sepeda motor. Cucuran keringat yang menetes dari dahinya yang legam tak jua dipedulikan. Ia tampak asik mengotak- atik mesin yang ada di hadapannya.
“Hari-hari saya selama libur sekolah akibat pandemi Covid-19 ini untuk belajar service sepeda motor,”ujar Masrik JR.
Tak seperti layaknya anak perkotaan yang memiliki banyak waktu senggang disaat libur sekolah akibat pandemi, hal i itu tak berlaku untuk Masrik JR, anak petani di Desa Rungau Raya, Kecamatan Danau Seluluk, Kabupaten Seruyan, Kalteng itu.
Pemuda yang saat ini tercatat sebagai siswa Kelas XII SMK Negeri 1 Hanau ini justru memanfaatkan libur untuk mengasah kemampuannya di bidang otomotif,yakni perbaikan sepeda motor.

Dan saat ini kemahirannya mengotak-atik sepeda motor sudah diakui di kalangan teman-temannya. Bahkan ia dengan cekatan mampu memperbaiki kerusakan pada mesin kendaraan milik anggota keluarganya tanpa dipungut biaya alias gratis.
Ditemui Selasa (7/7) Masrik mengatakan, kemahiran dan kemampuan bidang otomotif yang dimiliki secara otodidak dan juga membaca sejumlah literatur dan juga melihat di aplikasi youtube.
Diakuinya, pada awalnya mengotak- atik sepeda motor ini dilakukan untuk ‘membunuh waktu’ akibat sudah hampir tiga bulan lebih proses belajar mengajar di Kabupaten Seruyan diliburkan. Dan libur sekolah akibat pandemi Covid-19 ini justru membuat para pelajar dihinggapi rasa jenuh dan bosan
“Kegiatan memperbaiki sepeda motor ini untuk membuang kejenuhan disaat libur sekolah,” kata Masrik.
Dia menceritakan, awal mula ketertarikannya terhadap bidang otomotif tersebut sudah lama. Dan ketertarikan itu sekarang justru menjadikannya sebagai sebuah hobi.
“Saya hobi memperbaiki motor yang mengalami kerusakan atau gangguan pada mesin kendaraan. Maka dari itu selama libur sekolah ini, waktu luang saya gunakan untuk belajar menjadi seorang montir,” ucapnya.

Namun demikian Masrik menyakinkan, meskipun waktunya tersedot untuk kegiatan otomotif dia tak lupa untuk tetap mengedepankan belajar.
“Jadi saya selektif mungkin bisa membagi waktu selama libur sekolah ini. Bahkan selain belajar montir, saya juga turut membantu orang tua di kebun untuk memanen sawit, menyadap karet hingga membersihkan kebun,” ungkap Masrik. [Red]














Discussion about this post