Kalteng Today – Sampit, – Bupati Kotim H Halikinnor mengatakan dalam kondisi pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh lapisan dunia tentu memberikan dampak yang luar bisa, dirinya meminta semua pihak untuk mengambil hikmah dibalik kejadian ini.
Jika dulu Kabupaten Kotim terbiasa menerima anggaran dari Pusat melalui berbagai macam anggaran, baik itu DAK, DAU dan lain sebagainya. Namun sekarang kondisinya sangat jauh berbeda .
“Hampir 180 derajat anggaran kita dipotong dan ada juga yang ditahan. Kemudian banyak program yang memang tertunda akibat pandemi Covid-19 ini,”jelas Bupati Kotim, H Halikinnor, Rabu, (2/6).
Lihat saja, masalah gaji pegawai saja dirinya harus memutar otak agar pegawai Kotim bisa gajian dan menerima tunjangan dan lain-lain. Disisi lain program juga tertunda dan memang kondisi ini harus dihadapi. “Jika boleh jujur, kita harus mengakui kita masih bergantung pada anggaran pusat,”paparnya.
Untuk itu, situasi dan kondisi pandemi Covid-19 ini dirinya terbuka pikiran dan wawasan. Salah satunya bagaimana daerah itu bisa menciptakan pemasukan dan penghasilan sendiri dari alamnya. “Salah satu yang akan dikembangkan yakni budidaya porang,”ungkapnya.
Insya Allah, Juli 2021 ini dirinya akan meletakkan batu pertama pendirian pabrik porang di Kotim. “Kotim harus menyiapkan lahan sekitar dua puluh ribu hektar. Dan saya siap menyiapkan lahan tersebut, tentunya dengan melibatkan masyarakat,”ucapnya.
Budidaya porang atau tanaman umbi-umbian ini sangat menjanjikan sekali, jika sukses dan berhasil dalam 1 hektarnya bisa menghasilkan 1,4 miliar. “Bayangkan saja jika ditanam dua puluh ribu hektar. Kita siapkan pabriknya. Pikiran saya porang harus ekspor. Tujuannya Cina, Jepang dan Korea,”jelasnya.
Baca juga :Â Pemkab Kotim Anggarkan Rp 98 Miliar Penanganan Covid-19
Itu salah satu di balik hikmah pandemi Covid-19. Virus ini mengajarkan bahwa kita jangan sampai bergantung pada orang lain. Karena kita, khususnya Kotim ini sumber daya alamnya sangat kaya. Makanya harus dimanfaatkan sebaik mungkin demi kesejahteraan warganya, pungkasnya. [Red]














Discussion about this post