Kalteng Today – Sampit, – Bupati Kotim H Halikinnor merasa geram dengan renovasi pintu gerbang Sahati depan Stadion 29 November Sampit. Pasalnya, nama pintu gerbang tersebut tidak menonjolkan nama daerah atau ciri khas daerah. Karena dinilai syarat dengan muatan politik.
“Saya heran dan aneh saja, kenapa protes nama Pintu Gerbang Sahati pada saat pemerintahan Harati. Kenapa tidak pada saat pembuatan pintu gerbang dulu,”jelas Bupati Kotim H Halikinnor, Senin (6/9).
Orang banyak bertanya, kenapa renovasi dilakukan sekarang. Salah satu alasannya karena keamanan dan bangunan tersebut sudah mulai keropos betonnya. “Kita khawatir jika bangunan tersebut roboh dan mengenai orang lewat. Ini kan berbahaya dan sangat riskan sekali bahayanya,”ucap bupati lagi.
Baca juga :Â Pemkab Kotim MoU BNNP Kalteng
Diakuinya, untuk ornamen atau bagian pintu gerbang akan kita evaluasi. Nanti akan kita masukan jenis ornamen lokal seperti mandau atau sejenisnya yang identik dengan nuansya lokal nantinya. Paparnya.
“Saya harap masyarakat jangan sampai menyalahkan pemerintahannya yang dinilai tidak mengikuti kehendak masyarakat. Karena pergantian nama itu prosesnya tidak seperti yang kita bayangkan. Kami masih menghargai pemerintahan sebelumnya,”tutup Halikin.[Red]














Discussion about this post