kaltengtoday.com – Kapuas. Bupati Kapuas Ir Ben Brahim S Bahat menegaskan wabah covid-19 mengancam peradaban manusia serta mematikan sehingga perlu keseriusan untuk mengantisipasi penyebarannya.
Dalam rapat lintas sektoral forkopinda dan Satgas Covid-19 Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat menegaskan,jangan dianggap remeh masalah virus corna karena sangat gansa dan mengancam peradaban manusia.
“Coba kita belajar dari Negara Italia yang memiliki fasilitas kesehatan dan tenaga medis,banyak corban jiwa mencapai 4 ribuh lebih akibat wabah virus corona,”ucap Bupati saat memimpin rapar Satgas Covid 19 di aula Bappeda Senin(23/3/2020), malam.
Maka itu orang nomor satu di Kabupaten Kapuas itu menegaskan, ini masalah serius dan jangan anggap main main karena ini wabah yang sangat menakutkan. Apa lagi baru terjadi satu orang meninggal ketika melakukan kunjungan ke Polres Kapuas dan dari luar Kapuas.
“Saya tidak tau ada kegiatan apa di Polres Kapuas dan orang ini dari Jakarta masuk lewat palangka Raya nginap di hotel yang tidak kita ketahui,”terangnya.
Ia megungkapkan,sekarang siapa yang bertagung jawab dengan jenazah ini? kalau pun pemerintah yang menengani,malam ini harus di kubur tetapi ditempat yang jauh dari kota Kapuas,tidak boleh di pekuburun umum baik Muslim mau pun Nasarani.
“Ini kebobolan kita sampai ada orang dari luar kota masuk ke Kapuas dan berasal dari zona merah covid-19 yaitu warga Jakarat,”ungkapnya.
Bupati dua peode itu menambahkan,Buat apa dibangun posko di perbatasan kalau masih saja kecolongan.Maka itu mari sama sama selurih elemen baik itu forkopinda,Satgas Covid-19 dan masyarakat untuk mematuhi imbauan yang sudah ditentukan dari pemerintah pusat.
“Saya minta kepada masyarakat lebih banyak dirumah,kalau pun keluar rumah kecuali bersifat urgensi saja dan nanti kita buat surat edaran agar di bagikan ke rumah warga,”pungkasnya. [Djim-KT]














Discussion about this post