Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Tanaman cabai mulai banyak terlihat di kebun hingga pekarangan warga. Bahkan di lahan ketahanan pangan milik Polsek Dusun Timur pun dipenuhi pohon lombok/cabai tersebut.
Baca Juga : Â Kesadaran Ketahanan Pangan Swadaya Warga di Kecamatan Dusun Tengah Cukup Tinggi
Menurut salah seorang pedagang sayur di Kecamatan Dusun Tengah, Sahrul, tadi (Rabu, 25/2/2025), sejak tahun 2024 prospek cabai memang bagus di pasaran. Harganya bisa mencapai Rp35 ribu – Rp40 ribu.
“Kalau harga secara global, memang membaik. Pada tahun 2025, harga cabai mengalami kenaikan, karena faktor cuaca seperti curah hujan yang tinggi, mendukung produktivitas panen,” ujar Fatoni, seorang aktivis pertanian di Jawa Tengah, saat berkomunikasi lewat chat WA tadi.
Baca Juga : Â Program Ketahanan Pangan Berdampak Baik Bagi Lokal dan Nasional
Menurutnya, dari data di Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Pangan, tercatat harga cabai rawit pada bulan Januari lalu, mencapai Rp75 ribu lebih per kilogramnya.
Sedangkan di Bartim, pada beberapa lapak pedagang sayur di pasar-pasar, harga cabai masih terbilang ampuh. Andaikan turun pun tidak terlalu drastis. Dengan adanya relativitas harga seperti ini, tentu membuat prospek cabai di pasaran akan terjaga. [Red]














Discussion about this post