Kaltengtoday.com, Palangka Raya — Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si, melakukan kunjungan kerja ke Balai Pengendali Kebakaran Wilayah Kalimantan di Palangka Raya.
Agenda ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Prof. Bhayu Rhama, guna menyelaraskan riset akademis dengan implementasi teknologi di lapangan, Kamis (5/11/2036).
Baca Juga : UPR Buka Seleksi Mandiri Lokal 2026, Beri Kesempatan Putra-Putri Daerah Kuliah
“Kunjungan ini berfokus pada pengujian inovasi mutakhir penanganan kebakaran lahan, khususnya pada kawasan rawan seperti lahan gambut dan taman nasional,” kata Prof Dr. Arif Satria.
Ia menjelaskan, dalam kunjungan kerja ini juga sekaligus melakukan uji coba Dumakron yakni bahan semai awan hujan berukuran mikro (2–5 mikron) yang disebarkan menggunakan drone untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
“Kami juga melakukan Verifikasi dan Validasi Survei dengan Drone Thermal dan Drone Lidar,” ujarnya.
Secara khusus Kepala BRIN juga melakukan kunjungan kerja ke Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIIG) UPR.
“Kami mengharapkan melalui kunjungan ini dapat meningkatkan kolaborasi antara periset BRIN, akademisi kampus, dan tim lapangan Balai Dalkarhut Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan,” tuturnya.
Lebih lanjut, dari kunjungan ini diharapkan penanggulangan karhutla tidak lagi bersifat reaktif, melainkan berbasis pencegahan berbasis sains.
Baca Juga : Tim Dosen FPKP UPR Latih Pelaku UMKM di Desa Tuwung untuk Perkuat Sistem Digital
Prof. Bhayu Rhama menambahkan, bahwa pihak universitas siap menerjunkan tim ahli dalam langkah pencegahan dan penanganan bencana di Kalteng.
“Kami akan turut serta memfasilitasi riset lanjutan melalui PPIIG UPR, kolaborasi ini dan diharapkan melahirkan peta mitigasi berbasis data yang lebih akurat,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post