Dalam hal ini, restorasi gambut secara parsial kurang berjalan maksimal, karena tidak cukup efektif untuk mempertahankan air lahan gambut terhadap massa airnya. Mengapa masih parsial? Dikarenakan belum semua pihak pengguna lahan gambut dalam suatu KHG secara serentak melakukan restorasi gambut yang terkoordinasi dengan baik.
Baca Juga : Â BRGM Sampaikan Perkembangan Target Pemulihan Gambut dan Mangrove
Khususnya rehabilitasi mangrove, keragaman bibit belum cukup baik karena keterbatasan dan ketersediaan bibit. Agar berjalan maksimal, kegiatan penanaman kembali ekosistem mangrove harus menyesuaikan jenis bibit sesuai dengan lokasi yang akan di rehabilitasi.
Sedangkan, menurutnya lagi tata waktu pembibitan dan pengambilan bibit harus mengikuti ketersediaan bibit yang menyesuaikan musim benih. Pemilihan lokasi tanam, serangan sampah dan penyakit juga menyulitkan mangrove bertahan hidup.
“Selain itu, belum adanya kebijakan atau peraturan perundangan khusus terkait pengelolaan ekosistem mangrove juga menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan rehabilitasi mangrove,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post