Di sisi lain, upaya restorasi tidak hanya memerlukan pendekatan biofisik, tetapi juga harus mencakup aspek sosial ekonomi dan kelembagaan.
Keterlibatan masyarakat lokal dan pengembangan kebijakan yang mendukung sangat penting untuk keberhasilan restorasi jangka panjang.
Lebih lanjut, di era keterbukaan akses informasi, perubahan nilai sosial dan demografi masyarakat berlangsung lebih cepat.
Baca Juga : Â Komisi IV DPR RI : Minimalisir Karhutla, Pemerintah Harus Fokus Restorasi Gambut.
Ia membenarkan, preferensi kepentingan juga menjadi hambatan, di mana kepentingan ekonomi jangka pendek sering kali lebih diutamakan daripada upaya konservasi dan pemulihan ekosistem guna pemanfaatan jangka panjang.
“Kegiatan restorasi gambut dan mangrove memerlukan sosialisasi secara intensif, hal ini sangat penting untuk menambah pengetahuan masyarakat, dan pemahaman akan urgensi restorasi gambut dan mangrove di wilayah mereka,” jelasnya lagi.
Namun, walaupun dalam faktanya masih terdapat masyarakat yang lebih mementingkan kebutuhannya sendiri dengan mengabaikan kepentingan bersama.
“Contoh kasusnya, kanal sering dibuat masyarakat untuk mengeringkan lahan gambut, sehingga gambut kering dianggap tanah agar dapat dibudidayakan, serta kanal kerap kali dimanfaatkan sebagai jalur transportasi,” tegasnya.
Sedangkan, tambahnya, BRGM membangun sekat-sekat pada kanal di wilayah gambut kering dan rusak untuk memperlambat laju air gambut keluar dan mengembalikan gambut dalam posisi basah. Gambut kering sangat rentan terbakar dan bila terbakar sulit dipadamkan.
“Kontradiksi tersebut menyebabkan tantangan di lapangan beragam, sehingga kegiatan sosialisasi, penyadaran dan pemberitahuan di awal tanpa pakaian harus dilakukan secara intensif,” katanya lagi.
Tantangan berat juga harus dihadapi BRGM, karena BRGM bekerja pada saat kanal-kanal telah terlanjur banyak dibuat. Dalam hal restorasi mangrove, belum terjalinnya koordinasi yang baik dan komitmen bersama antara pihak-pihak berkepentingan pada suatu lanskap mangrove.
“Kemudian juga restorasi gambut yang dilakukan BRGM masih bersifat parsial sehingga kurang efektif. Idealnya harus dilaksanakan secara utuh mencakup satu landskap gambut. Restorasi gambut berfungsi untuk menahan air pada zona pengelolaan air gambut, sehingga dalam pelaksanaannya, harus menyeluruh terhadap zona pengelolaan air yang dilestarikan,” terangnya.














Discussion about this post