Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah (BPS Kalteng) merilis Nilai Tukar Petani (NTP) yang merupakan perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib) dikalikan dengan 100.
Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti menyampaikan bahwa, NTP Gabungan Kalteng pada Desember 2025 turun sebesar 0,36 persen.
Baca Juga :Â Hortikultura dan Peternakan Dongkrak NTP Kalteng Juli 2025
“Dibanding November 2025, dari 135,07 menjadi 134,59. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya nilai tukar pada dua subsektor, yaitu Tanaman Perkebunan Rakyat (1,17 persen) dan Perikanan (0,44 persen),” katanya kepada awak media, Senin (5/1/2026).

Ia mengungkapkan, pada Desember 2025 terjadi peningkatan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Kalteng sebesar 1,45 persen.
“Peningkatan IKRT ini disebabkan oleh naiknya indeks harga pada beberapa kelompok, yakni kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (1,72 persen), kelompok Transportasi (3,01 persen), serta kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya (0,32 persen),” bebernya.
Baca Juga :Â NTP Kalteng Pada Mei 2025 Naik 0,10 Persen
Sedangkan, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kalteng pada Desember 2025 mengalami peningkatan sebesar 0,32 persen, dari 139,48 (November 2025) menjadi 139,92 (Desember 2025).
Untuk diketahui, NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. [Red]














Discussion about this post