Selain itu, yang menjadi bukti kuat majunya digitalisasi pendidikan di Kalteng adalah adanya Apresiasi Nasional, Mendikdasmen Sebut Kalteng Mendahului Pusat.
Capaian gemilang Kalteng dalam dunia pendidikan juga mendapat pengakuan langsung dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat menghadiri acara Gebyar Pendidikan Unggul Muhammadiyah untuk Kalteng Lebih Berkah di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) Kampus 3, pada Jumat (9/5/2025) lalu.
Baca Juga : BPS: TPK Hotel Berbintang Kalteng Capai 50,54 Persen, Naik 4,6 Poin Dibanding Juni
“Saya sangat berbahagia bisa hadir dan mendengarkan langsung paparan Bapak Gubernur. Program-program pendidikan di Kalimantan Tengah bukan hanya sejalan dengan arah kebijakan Presiden dan Kementerian, tetapi sudah lebih dulu dilaksanakan,” ucap Abdul Mu’ti.
Ia menilai kebijakan pendidikan Kalteng sangat progresif dan selangkah lebih maju dari pusat.
“Presiden Prabowo Subianto beberapa hari lalu meluncurkan Empat Program Cepat Pendidikan, yaitu bantuan guru honorer, beasiswa guru belum S1, revitalisasi sekolah, dan digitalisasi pendidikan. Namun Kalteng sudah menerapkannya lebih dulu, bahkan lebih terintegrasi,” ungkapnya.
Mu’ti mencontohkan SMK Negeri 3 Palangka Raya yang telah menerapkan pembelajaran digital dengan Smart Class dan Smart Board.
“Kalteng sudah mendahului kami di tingkat nasional dan patut menjadi contoh bagi daerah lain,” ucapnya.
Ia juga memuji program kuliah gratis untuk 10.000 mahasiswa dari keluarga kurang mampu serta bantuan pendidikan Rp2,4 juta bagi siswa kurang mampu.
“Kalau sudah seperti ini, tugas saya tinggal menyampaikan kisah sukses Kalteng ke seluruh Indonesia,” jelasnya.
Menanggapi itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menambahkan apresiasi atas pengakuan nasional tersebut.
“Penghargaan dari Mendikdasmen menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus memperluas jangkauan digitalisasi pembelajaran. Semua ini adalah hasil dari komitmen kuat Bapak Gubernur untuk memastikan tidak ada anak-anak Kalteng yang tertinggal pendidikan, baik di kota maupun pelosok desa,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Ia menegaskan, arahan Gubernur sangat jelas: tidak boleh ada masyarakat yang tidak bisa sekolah, tidak bisa berobat, dan tidak bisa makan.
“Karena itu, kebijakan pendidikan kami selalu berpihak kepada masyarakat tidak mampu,” imbuhnya.
Menurut Reza, Pemprov Kalteng akan terus memperluas program revitalisasi sekolah dan digitalisasi hingga ke pelosok-pelosok, pedalaman dan penjuru Kalteng.
“Tahun ini kami juga menyiapkan pembangunan tujuh unit sekolah baru, termasuk sekolah khusus di Kabupaten Katingan, sebagai bukti perhatian terhadap pendidikan inklusif,” paparnya.
Baca Juga : BPS: Nilai Ekspor Kalteng Capai USD1,69 Miliar, Impor Turun 50 Persen
Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah. Kolaborasi tersebut menurutnya harus terus berlanjut demi mewujudkan pendidikan berkualitas dan berkarakter di Bumi Tambun Bungai.
“Apa yang kami capai hari ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen pendidikan dan dukungan penuh dari pemerintah pusat,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post