kaltengtoday.com – Pada tahun anggaran 2019 lalu , Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah menerima beragam bantuan dari pemerintah pusat dan kabupaten .
Hal ini diungkapkan Kepala Sekolah Luar Biasa Negeri Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas Martha kepada wartawan, Senin, (3/2/2020) di Kuala kurun.
“Bantuan yang diterima oleh siswa di SLBN Kuala Kurun bentuknya beragam, dan berasal dari pemerintah pusat serta pemerintah kabupaten,” ucap Martha.
Ia menjelaskan, bantuan dari pemerintah pusat adalah bantuan belajar anak berkebutuhan khusus dalam bentuk uang, kepada siswa Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB).
“Untuk siswa SDLB kelas I sampai V mendapat bantuan sebesar Rp1,5 juta per tahun, siswa kelas VI sebesar Rp750 ribu per tahun, dan siswa baru kelas I sebesar Rp750 ribu per tahun,” jelasnya.
Siswa SMPLB kelas VII dan VIII, lanjut dia, sebesar Rp 1,750 juta per tahun, siswa kelas IX sebesar Rp875 ribu per tahun, dan siswa baru kelas VII sebesar Rp875 ribu per tahun.
Kemudian, siswa SMALB kelas X dan XI sebesar Rp2,250 juta per tahun, siswa kelas XII sebesar Rp1,125 juta per tahun, dan siswa baru kelas X sebesar Rp1,125 juta per tahun.
“Secara keseluruhan, jumlah bantuan yang diterima oleh siswa kami pada tahun anggaran 2019, baik itu tingkat SDLB, SMPLB, dan SMALB berjumlah Rp53,250 juta,” bebernya.
Ia mengatakan, bantuan tersebut digunakan untuk berbagai keperluan seperti pembelian seragam sekolah, alat tulis, bantuan transportasi bagi siswa yang sangat membutuhkan, serta insentif instruktur atau pelatih tari.
“Pada tahun 2019 lalu SLBN Kuala Kurun juga mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus untuk rehabilitasi toilet siswa dan guru sebanyak enam ruang, sekaligus sanitasinya,” katanya.
Lebih lanjut, dua orang Pegawai Tidak Tetap (PTT) di SLBN Kuala Kurun mendapat insentif dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, untuk triwulan terakhir tahun anggaran 2019.
Tak hanya dari pemerintah pusat dan provinsi, bantuan juga datang dari pemerintah kabupaten. Bantuan dari pemkab berupa seragam sekolah yang terdiri dari seragam nasional, pakaian olahraga, baju batik, dan pramuka, dengan jumlah yang beragam.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini, karena sangat berarti bagi pihak sekolah dan juga siswa. Saya ucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten,” tuturnya.
Ia menambahkan, saat ini di SLBN Kuala Kurun terdapat 35 orang siswa, sembilan orang pegawai yang terdiri dari guru PNS dua orang, Guru Tidak Tetap lima orang, dan PTT dua orang. Setidaknya, sekolah itu masih memerlukan tambahan guru dan pegawai.
Sedangkan untuk guru, SLBN Kuala Kurun memerlukan tambahan guru keterampilan, mulai dari tata boga, tata busana, tata rias, dan kriya kayu. Lalu guru dengan latar belakang S1 Pendidikan Luar Biasa tiga orang, serta tenaga administrasi satu orang.
“GTT dan PTT di SLBN Kuala Kurun juga sangat berharap dapat diangkat menjadi PNS. Namun apapun itu, kami tetap bekerja dengan tulus, ikhlas, dan penuh tanggungjawab,” demikian Martha.
Jek-KT














Discussion about this post