Kalteng Today – Sampit, – Maraknya perceraian yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur salah satunya dipengaruhi oleh pernikahan dini. Pernikahan dini ini memang menjadi salah satu yang melatarbelakangi banyaknya perceraian di usia muda.
Tentu hal ini menjadi permasalahan dan harus diberikan sosialisasi kepada kaum muda khususnya pelajar yang ada di Kotim ini. Dari segi umur dan pemikiran masih belum mampu untuk membina rumah tangga. Hal ini perlu dilakukan sosialisasi kepada pelajar yang ada di Kotim ini.
Wakil Bupati Kotim HM Taufiq Mukri mengatakan, pernikahan dini sering kali akan berujung pada perceraian. Dampak seperti ini sangat menjadi perhatian bersama. “Mereka yang menikah ini jika ada suatu permasalahan atau cekcok dengan pasangannya, akan mengambil jalan pintas yakni bercerai,”Jelasnya, Jum’at (29/1).
Selain itu pula mereka ini tidak sempat mengenyam pendidikan tinggi dikarenakan menikah di usia yang belum siap. Selain itu pula, secara biologis reproduksi wanita akan mengakibatkan keturunan tidak sehat akibat terlalu dini menikah,”ungkapnya.
Untuk mencegah pernikahan dini tersebut diperlukan keterlibatan orang tua yang memberikan penjelasan bahaya dan dampak dari pernikahan dini. Biasanya pernikahan dini ini terjadi akibat pergaulan bebas dan salah dalam pergaulan,harapnya.
“Saya berharap orang tua agar selalu aktif dan memantau perkembangan anak dan sahabatnya. Saat ini banyak pernikahan dini diakibatkan hubungan bebas yang semakin marak di sekolah,”paparnya.
Kata Taufiq lagi, apalagi kita melihat banyak pelajar wanita yang hamil diluar nikah di media sosial dan di masyarakat kita. Tentunya dengan hal ini menjadi perhatian dan tanggung jawab kita bersama, baik itu pemerintah daerah dan masyarakat yang ada di Kotim ini,”pintanya.
Selain itu pula, orang tua dihimbau agar anaknya mengikuti kegiatan positif yang ada di sekolah. Pilih teman yang dapat menyelamatkan bukan menyesatkan dalam pergaulan. “Kita tidak mau anak didik atau pelajar yang ada di Kotim ini mengikuti pergaulan bebas, sex bebas dan juga diutamakan dapat mengikuti kegiatan positif,”akuinya.
Baca Juga: Ormas Diharapkan Terdaftar di Kesbangpol Kotim
Misalnya saja, kegiatan keagamaan, sosial masyarakat dan lain sebagainya. Dengan adanya kesibukan seperti itu, kita berharap anak-anak kita dapat menangkal dan memfilter pergaulan bebas tersebut, sehingga tidak ada lagi pernikahan dini akibat pergaulan bebas,”pungkasnya. [Red]














Discussion about this post