kaltengtoday.com, – Palangka Raya, – Lurah Petuk Katimpun, Sanusi bersama pihak terkait, mendirikan posko pengungsian bagi warga yang terdampak banjir.
Posko tersebut didirikan di depan Pustu yang lokasinya juga berhadapan dengan Kantor Kelurahan Petuk Katimpun dan satu tenda lagi didirikan di atas jembatan yang ada di depan kantor kelurahan.
“Dipilihnya tempat ini karena lokasi ini cukup tinggi dan aman dari genangan air akibat meluapnya Sungai Rungan dan Sungai Kahayan pasca wilayah Kota Cantik diguyur hujan lebat selama beberapa hari terakhir ini,” katanya, Rabu (17/11/2021).
Dijelaskannya, hingga saat ini terdapat 400 kepala keluarga yang terdampak banjir di Kelurahan Petuk Katimpun. Sementara, untuk ketinggian air di wilayah setempat, mulai dari 30 sentimeter hingga satu setengah meter.
“Kalau mereka yang di belakang itu air sudah hampir atap. Di kantor Kelurahan ini saja yang tidak pernah banjir, tapi ini air mulai sampai walau tidak tinggi,” ucapnya.
Namun saat ini, lanjut Sanusi, posko yang saat ini didirikan oleh pihaknya, digunakan lebih ke arah dapur umum yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat.
Pasalnya, posko yang telah didirikan saat ini dinilai masih kurang layak untuk dijadikan sebagai tempat pengungsian bagi warga.
“Jadi posko yang ada ini untuk dapur umum, karena memang untuk tempat tinggal masih kurang layak. Jadi masyarakat bergotong royong untuk mengelola dapur umum,” jelasnya.
Bahkan, saat ini masyarakat setempat tengah melakukan aksi penggalangan dana untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat setempat. Pasalnya hingga saat ini masyarakat setempat belum menerima bantuan dari pemerintah.
“Memang kita juga memaklumi bukan hanya di daerah kami saja yang terdampak banjir. Di daerah lain pun sama. Untuk itu, masyarakat setempat melakukan penggalangan dana yang dilakukan sejak kemarin sampai satu minggu kedepan,” tuturnya.
Baca juga :Â Banjir di Kapuas Hulu Mengakibatkan 2.653 KK dan 8.092 Jiwa Jadi Korban
Untuk itu dirinya berharap, agar banjir yang terjadi di Kelurahan Petuk Katimpun dapat segera surut. Sehingga masyarakat setempat dapat menjalankan aktivitasnya sehari-hari dengan normal.
Baca juga :Â Kapolda Kalteng Pantau Kondisi Banjir Di Penda Barania
“Tentu kita sangat berharap banjir ini bisa segera surut. Karena kasihan juga masyarakat kalau seperti ini kan. Mereka tidak bisa mencari nafkah dan sebagainya,” pungkasnya.[Red]














Discussion about this post