Kalteng Today – Palangka Raya, – Sebagai upaya pencegahan penyebaran dan lonjakan Covid-19 lintas Provinsi khususnya melalui jalur penerbangan, kini Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya melalui Angkasa Pura II membuka Pelayanan rapid test antigen bagi penumpang pesawat dan masyarakat umum yang sudah dimulai sejak beberapa hari lalu setelah sebelumnya juga membuka layanan rapid test antibodi.
Executive General Manager (EGM) Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut , Siswanto mengungkapkan layanan ini bertujuan untuk mendukung transportasi udara yang sehat dan aman kepada setiap orang di tengah pandemi Covid-19 yang saat ini masih berlangsung.
“Sejak dikeluarkannya Surat Edaran Nomor 22 dari Tim Covid-19, kami mulai tanggal 18 Desember 2020 sudah memberlakukan rapid test antigen untuk bepergian” ujarnya, Senin (21/12/2020).

Selain itu juga dikatakan bahwa layanan rapid test antigen ini juga sudah ada dilaksanakan di beberapa Bandara di tanah air sebagai wujud membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 seperti di Wilayah Jakarta terkecuali di Bali wajib test VCR.
“Untuk di Bandara Tjilik Riwut ini sendiri kita dalam pelayanan Rapid Test Antigen ini dengan biaya Rp. 200 ribu dan untuk rapid test antibodi hanya Rp. 85 ribu ” bebernya.
Sementara itu, suasana Bandara Tjilik Riwut di Kota Palangka Raya menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021, Siswanto mengatakan belum terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Baik dalam hal pergerakan penumpang maupun jumlah penerbangan setiap harinya.
“Dari sisi penumpang jika dibandingkan tahun lalu, baru mencapai sekitar 55 persen,” kata dia akhir pekan kemarin.
Baca Juga :Â Cegah Penyebaran Covid-19, Peserta Aksi Damai Palangka Raya Jalani Rapid Test
Jumlah penumpang pada masa Nataru kali ini lanjutnya, jauh berbeda jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang seringkali mengalami lonjakan pada saat tidak adanya pandemi Covid-19.
Terlebih kebijakan masing-masing pemerintah daerah di sejumlah kota besar yang dikhawatirkan mempengaruhi keinginan masyarakat untuk bepergian. Namun menurutnya, biasanya akan terjadi peningkatan penumpang menjelang tiga atau dua hari sebelum hari besar, termasuk pada Natal dan tahun baru. Untuk itu pihaknya selalu siap dan siaga, terlebih jika nantinya ada maskapai yang mengajukan penerbangan ekstra.
“Saat ini rute penerbangan yang masih mendominasi yakni Jakarta dan Surabaya, selain itu Yogyakarta dan sejumlah penerbangan perintis untuk ke Muara Teweh, Puruk Cahu. [Red]














Discussion about this post