Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Anggota DPRD Kalteng, Bambang Irawan memberikan peringatan kepada Perusahaan Besar Swasta (PBS) khususnya yang bergerak di sektor perkebunan sawit untuk segera memenuhi hak karyawan terkait gaji maupun Tunjangan Hari Raya (THR), tanpa berlindung dibalik alasan yang bukan menjadi kewajiban dari para karyawan PBS itu sendiri.
“Kalau ada PBS yang tidak memenuhi hak masyarakat maupun karyawannya, lapor ke kita (legislator),” kata Bambang Irawan yang merupakan kader maupun politikus PDI Perjuangan Kalteng tersebut kepada awak media, Rabu (19/3/2025).
Baca Juga :Â PBS diIngatkan Soal Kewajiban Rehabilitasi dan Reboisasi
Legislator yang terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng V yang meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau ini menegaskan, jika sebuah persoalan terjadi di tataran PBS, maka manajemen atau jajaran petinggi PBS tersebut harus menyelesaikannya secara cepat dan tepat, serta tidak mengorbankan karyawan.
“Kalau mau kita salahkan, maka salahkan saja owner atau pemiliknya. Sebab, mereka sudah melanggar aturan, yang seharusnya mereka didenda dan dipidana, tapi ada juga aturan dari pemerintah pusat soal pelepasan lahan dengan keterlanjuran itu, maka dari pemerintah pusat yang mengeluarkan surat, khususnya terkait keluarnya izin pelepasan lahan,” ungkapnya.
Namun, apa bila terdapat kesalahan karyawan yang berkaitan dengan Undang-Undang ketenagakerjaan, ia membenarkan saja. Namun, jika persoalan yang diperbuat oleh pemilik serta manajemennya, maka ia tegaskan untuk segera diselesaikan dengan arif dan bijaksana, sehingga tidak mengorbankan hak-hak karyawan.
Baca Juga :Â Bambang Irawan Tegaskan Siap Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat Soal Sengketa Lahan Dengan PBS
“Mereka ini merampok, merambah, dan bahkan mencuri, sehingga disegel, tentu itu kesalahan mereka (pemilik). Jadi, jika ada PBS yang tidak membayar hak masyarakat hingga pun karyawannya dengan alasan seperti itu, maka lapor ke kita, kita akan ributkan, mending tutup aja PBS itu, ngapain investasi di sini. Lebih baik, apa bila mereka dari negara luar, suruh lipat itu kebun sawitnya dan bawa ke negaranya masing-masing,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post