Kaltengtoday.com, Sampit – Di lokasi yang kini menjadi objek sengketa itu, tim investigasi mulai melakukan satu pekerjaan yang paling rumit dalam liputan lapangan menyusun kembali potongan-potongan peristiwa dari berbagai keterangan yang tidak selalu sama.
Sebab semakin banyak orang ditemui, semakin terlihat bahwa satu kejadian yang sama ternyata diingat dengan cara yang berbeda.
Ada yang mengingat siapa datang lebih dulu.
Ada yang mengingat posisi orang-orang di lokasi.
Ada yang lebih mengingat suasana dan ketegangan yang disebut mulai muncul.
Baca Juga : Izin yang Datang Belakangan : Pertanyaan Parimus dan Jejak Panjang Konflik Sebabi
Sementara yang lain fokus pada momen tertentu yang menurut mereka menjadi titik berubahnya situasi.
Karena itu, rekonstruksi ini disusun berdasarkan hasil penelusuran lapangan dan keterangan sejumlah pihak yang ditemui tim investigasi. Beberapa bagian masih memerlukan pendalaman lebih lanjut dan menunggu dokumen maupun wawancara tambahan.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun sementara, hari itu sejumlah orang berada di lokasi yang kini menjadi pusat sengketa.
Di antara mereka disebut terdapat masyarakat, tokoh adat, tokoh desa, kepala desa, dan sejumlah pihak lain yang datang berkaitan dengan persoalan lahan yang saat itu telah menjadi perhatian warga.
Nama Petrus Limbas juga disebut berada di lokasi tersebut. Namun yang menjadi perhatian tim investigasi bukan hanya soal siapa hadir.
Melainkan bagaimana situasi berkembang.
Sejumlah narasumber menggambarkan bahwa pada awalnya kondisi disebut belum memperlihatkan ketegangan terbuka.
Aktivitas berlangsung seperti pertemuan lapangan pada umumnya. Orang-orang berdiri dalam kelompok kecil. Sebagian berbincang. Sebagian memperhatikan situasi sekitar.
Tetapi menurut beberapa keterangan yang dihimpun, dinamika perlahan berubah.
Muncul perbedaan pandangan, Muncul pembicaraan yang disebut mulai memanas. Dan dari sinilah versi-versi peristiwa mulai bercabang. Beberapa narasumber menyebut adanya perdebatan.
Sebagian mengaku melihat situasi mulai tegang. Sementara pihak lain memiliki ingatan berbeda mengenai kapan ketegangan mulai terjadi.
Tim investigasi mencatat bahwa hingga laporan ini disusun, belum seluruh pihak memberikan keterangan lengkap sehingga urutan kejadian secara rinci masih dalam proses pendalaman.














Discussion about this post